Beranda > buleng punya > dia lah dia..

dia lah dia..

Dia,
Seperti angin yang tiba tiba datang membawa aroma yang pernah aku cium,
Tlah lama tak tercium
Tlah lama tak ku rasakan
Datang dan membawaku hanyut dalam hembusannya
Apa,
Kenapa,
Bagamana lagi,
Kini bukan aku,
Bukan,
Sadarku,
Hingga angin yang kembali membawanya kembali menghilang,
Dan tak dapat lagi kucium dan rasakan aroma itu,
Entah,
Entah kapan angin berhembus lagi membawa aroma itu,
Ataukah aku yang akan jemu,
Ataukah aku yang akan lupa,
Sadarku
Berharap angin tak kan datang lagi membawa aroma itu,

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: