Beranda > Uncategorized > profesionalisme guru

profesionalisme guru

  1. Profesi

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan  khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesikode etik, serta prosessertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik dan designer.

  1.  Profesional

Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.

  1. Profesionalisasi

Profesionalisasi adalah proses atau perjalanan waktu yang membuat seseorang atau kelompok orang menjadi profesional.

  1. Karakteristik guru atau pendidik yang profesional

Guru merupakan ujung tombak maju mundurnya dunia pendidikan, karena guru secara langsung menggeluti dunia pendidikan secara praktis dilapangan. Terutama berkaitan dengan pembelajaran sekaligus berinteraksi dengan kemajuan pembelajaran para siswa dalam menyampaikan materi pelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka guru harus memiliki berbagai karakteristik guru profesional, karakteristik guru professional diantaranya :
1.Memiliki Kompetensi Pendidikan
2.Menunaikan Peranannya
3.Memiliki Keperibadian yang Luhur
4.Membantu siswa dalam menimbulkan sikap positif
5.Memahami hambatan pendidikan

Tentang karakteristik profesionalisme guru, Stilman H., (dalam Desi Fernanda, 2003 : 74) menjelaskan bahwa “peningkatan profesionalisme aparatur harus ditunjang dengan integritas yang tinggi”.
Ada beberapa karakteristik yang harus terlembagakan dalam upaya ini, meliputi:
1) Melaksanakan tugas dengan terampil, kreatif, dan inovatif;
2) Mempunyai komitmen yang kuat terhadap tugas dan program;
3) Komitmen terhadap pelayanan publik;
4) Bekerja berdasarkan sifat dan etika profesional;
5) Memiliki daya tanggap (responsiveness) dan akuntabilitas (accountability);
6) Memiliki derajat otonomi yang penuh rasa tanggung jawab dalam membuat keputusan;     dan
7) Memaksimalkan efisiensi dan kreativitas.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: