emosi

Emosi adalah istilah yang digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan, pikiran, dan perilaku. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subyektif, atau dialami berdasarkan sudut pandang individu. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati, temprament, dan kepribadian.
Perbuatan manusia pada keadaan-keadaan tertentu akan lebih banyak diwarnai oleh emosi daripada pertimbangan-pertimbangan akalnya. Emosi akan timbul oleh karena adanya persepsi terhadap kejadian. Dalam hal ini perasan dan kesadaran akan terlihat di dalamnya, bersamaan dengan terjadinya perubahan-perubahan fisiologis.
Emosi dapat pula diartikan sebagai suatu keadaan dimana keadaan fisiologis dan psikologis tidak dalam keseimbangan. Dalam hal ini organisme manusia berusaha mencari keseimbangan sehingga akan menyebabkan respon psikologis yang disertai dengan timbulnya suatu perasaan suatu perasaan yang sama-sama menggerakkan mekanisme-mekanisme untuk menyiapkan bagi terlaksanakannya gerak-gerak yang penuh tenaga ataupun mengakibatkan dicapainya keseimbangan kembali. Maka dari itu tidak mengherankan kalau pada keadaan-keadaan tertentu di mana terjadi susatu rangsangan yang cukup kuat untuk menimbulkan keadaan-keadaan dimana emosi dapat merangsang bekerjanya perasaan dan organ-organ pembangkit tenaga cadangan, akan terjadilah suatu tenaga gerak yang mengagumkan.
2. Sifat dan Fungsi Emosi
Menurut beberapa ahli sifat dan fungsi emosi antara lain dijalankan sebagai berikut:
a. Emosi memegang peran penting bagi kehidupan sehat,ekspresi diri, kepemimpinan dan perkambangan nilai-nilai.
b. Emosi memperkaya dan mengisi arti kehidupan bagi individu.Tetapi kalau emosi terlalu menguasai individu akan berakibat tampaknya tingkah laku yang irrasional yang akan menyebabkan penganalisaan yang tidak teliti.
c. Emosi mempengaruhi cara kerja kelenjar-kelenjar yang akibatnya seluruh pribadi dapat terpengaruhbaik yang menyangkut cara-cara berfikir, bertindak dalam mengambil keputusan,dan juga sikap mental.
d. Emosi dapat dirasakan tanpa diketahui dimana tempatnya.

Kalau kita pelajari fungsi dan sifat emosi tersebut dia atas, maka tidak mengherankan kalau tindakan seseorang itu juga diwarnai oleh emosi disamping oleh pertimbangan-pertimbanagan pikir dan akalnya.Yang menjadi persoalan sekarang adalah sampai berapa jauh emosi itu dapat memberikan pengaruh-pengaruh yang positif dan sampai berapa jauh emosi itu dapat memberikan pengaruh-pengaruh yang negatif. Hal ini sangat bergantung pada pribadi dan pengalaman-pengalaman seseorang. Pengalaman akan banyak mempengaruhi perkembangan emosi baik yang bersifat memupuk, menghambat, atau mematikan. Semakin banyak penglaman seseorang didasari oleh kemauan untuk mempelajari pengalaman-pengalaman yang dialami, jelas akan memberikan pengaruh-pengaruh yang positif terhadap tindakan-tindakan berikutnya, mereaka akan lebih mampu mengendalikan emosi dalam batas-batas yang diinginkan. Mereka akan dapat memanfaatkan dorongan emosi tanpa mengganggu pelaksanaan suatu tindakan.Begitu pula dalam dunia olahraga, pengendalian emosi sangat menentukan dalam pencapaian prestasi. Di dalam dunia olahraga cukup banyak ranngsangan-rangsangan yang dapat memacu perkembangan emosi.
Syarat mutlak tergeraknya emosi adalah adanya rangsangan. Sedangkan rangsangan-rangsangan dapat menimbulkan emosi kalau rangsangan-rangsangan dapat menggerakkan dorongan-dorongan individu. Berapa jauh efek rangsangan –rangsangan tersebut terhadap emosi sangat bergantung pada sifat dan temprament serta keadaan individu itu sendiri, disamping juga bergantung pada keteraturan dan kekuatan rangsang yang memacu emosi tersebut. Pengertian dan pengalaman terhadap situasi sesaat ikut menentukan pula.

Di dalam kegiatan-kegiatan olahraga, pengalaman bertanding sangat menentukan bagi perkembangan emosi. Dengan bertanding para olahragawan selalu mendapat rangsangan-rangsangan emosi yang beraneka ragam, baik yang datang dari penonton, lawan bertanding ataupun wasit, dan sebagainya. Kadang-kadang rangsangan-rangsangan ini terlalu kuat bagi seorang olahragawan tetapi begitu lemah bagi olahragawan yang lain. Adalah paling baik apabila rangsangan tersebut dapat merangsang emosi setinggi-tingginya tanpa menimbulkan gejala-gejala over stimulus, sehingga olahragawan tersebut dapat bertindak dengan semangat yang tinggi tanpa kehilangan pertimbangan pikir dan akalnya.
Hal inilah yang harus dapat diusahakan oleh seorang pelatih meskipun agak sulit. Kepekaan emosi tidaklah sama, Setiap olahragawan memiliki kepekaan emosi yang berbeda-beda bergantung pada kekayaan pengalaman, pengertian, pengetahuan terhadap situasi sesaat dan masih banyak lagi hal-hal yang ikut mempengaruhinya. Efek sorakan penonton yang bernada mengejek akan memberikan pengaruh psikologis yang berbeda-beda pada seorang olahragawan. Pada waktu masih dalam keadaan segar dan angka-angka masih mengungguli lawan mungkin konsentrasinya tidak terlalu terganggu, tetapi akan lain halnya kalau olahrgawan tadi sudah lelah, dalam keadaan sakit ditambah angka lawan sudah diatasnya.
Dalam situasi demikian, dia tidak dapat lagi bertahan seperti pada kondisi awal. Mungkin ia akan mudah tersinggung, marah-marah, kesal, dan tidak bisa berfikir lagi dengan tenang. Akhirnya tindakan-tindakannya didominasi oleh emosi kemarahannya daripada oleh pertimbagan-pertimbangan akalnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: