Beranda > materi kuliah > STRATEGI BELAJAR MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN YANG EFEKTIF DAN EFESIEN

STRATEGI BELAJAR MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN YANG EFEKTIF DAN EFESIEN

BABI

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Melihat jadwal kulyah yang begitu padat, baik itu dalam kuliah praktik maupun teori kita sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi kita harus mampu membuat strategi belajar yang baik agar kita dapat mengikuti setiap mata kuliah dengan baik dan kita juga mampu menerima dan mengerti dengan apa yang diberikan oleh para dosen. Selain itu dengan menyusun strategi belajar yang baik, kita dapat mengatur waktu agar kesehatan kita tidak terganggu oleh jam kuliah kita yang begitu padat.

Banyak sekali para mahasiswa yang kurang memperhatikan tentang car belajar mereka. Bahkan banyak sekali mahasiswa yang masih menerapkan cara belajar mereka seperti pada waktu SMU padahal cara belajar yang seperti itu sudah tidak dibutuhkan lagi oleh para mahasiswa karena cara belajar yang seperti itu sudah tidak efesien lagi bila digunakan oleh mahasiswa.

Sebelum membuat daftar belajar yang baik kita harus mengerti dulu dengan apa yang dimaksud dengan belajar, apa saja teori-teori dalam belajar, bagaimana pemrosesan informasi dalam diri kita. Dengan mempelajari itu kita bisa membuat stragegi belajar yang baik untuk kita agar dapat tercipta pembelajaran yang efektif dan efesien.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apakah yang dimaksud dengan belajar?

  2. Apa sajakah teori-teori dalam belajar?
  3. Bagaimana pemrosesan informasi dalam diri kita?

  4. Bagaimana strategi belajar yang baik untuk kita?
  5. Apa sajakah yang menjadi syarat agar dapat belajar dengan baik?

  6. Apa sajakah pedoman-pedoman untuk belajar?

1.3 Tujuan

  1. Dapat memahami apa yang dimaksud dengan belajar.

  2. Dapat mengetahui macam-macam teori belajar.
  3. Dapat mengerti pemrosesan informasi dalam diri kita.

  4. Dapat membuat strategi belajar yang efektif dan efesien.

  5. Mengetahui beberapa hal yang yang menjadi syarat agar dapat belajar dengan baik.
  6. Dapat memahami pedoman-pedoman untuk belajar.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Teori belajar

Teori belajar dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu yaitu:

  1. Teori belajar asosiasi

Teori asosiasi menekankan pada arti respons yang diberikan oleh organisme dan asosiasi atau hubungan antara respons dan stimuli. Mereka menenekankan peranan pengalaman sebelumnya dan penguatan (reinfocement) respons.

  1. Teori belajar kognitif

Para psikolog kognitif percaya bahwa belajar adalah proses dimana siswa menemukan dan memahami hubungan. Pengalaman sensori ditimbulkan oleh situasi eksternal diorganisasikan menjadi berarti dan bermanfaat. Belajar diakibatkan oleh perubahan dalam seseorang merasakan lingkungannya sebagai hasil wawasan.

  1. Teori belajar sibernetika

Sibernetika adalah suatu bidang atau gagasan teori yang agak baru yang juga berusaha untuk menjelaskan perilaku belajar manusia. Para ahli teori sibernetika tidak mengabaikan sama sekali penemuan ekperimen dari para ahli teori yang lain. Malhan mereka merangkul gagasan dan penemuan para ahli teori dan berusaha menguji penemuan ini dari sudut komputer. Teori sibernetika juga berusaha untuk pekerjaan otak yang berbelit-belit dan belajar dengan membandingkan mekanisme dan cara kerja sistem saraf dengan komputer elektronika yang rumit.

2. Persyaratan untuk belajar dengan baik.

  1. Tempat belajar.

Sebuah syarat untuk dapat belajar dengan sebaik-baiknya adalah tersedianya tempat belajar. Untuk dapat belajar dengan sebaik-baiknya hendaknya kita mempunyai ruang belajar tersendiri, kalaupun tidak ada ruang belajar tersendiri, maka kamar tidurpun dapat dijadikan tempat belajar yang sangat baik kalau kita dapat memperhatikan beberapa hal dan kebiasaan yang baik.

Yang pertama yaitu mengenai tataruang yang juga menjadi ruang belajar. Letak meja hendaknya menghadap ke tembok agar lebih terkonsentrasi oleh apa yang sedang kita pelajari. Sebaiknya meja jangan menghadap pada cendela ataupun pada pintu agar waktu belajar di siang hari mata tidak silau oleh sinar matahari yang masuk dari cendela atau pintu dan konsentrasi tidak terganggu oleh apa yang ada diluar kamar. Meja hendaknya bersih dari benda-benda apapun yang dapat menggangu konsentrasi kita terhadap apa yang sedang kita pelajari.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam ruangan agar kita dapat belajar dengan tenang dan nyaman yaitu lampu atau penerangan pada kamar kita. Penerangan yang terbaik ialah yang penerangan yang diberikan sinar oleh sinar matahari karena warnanya putih dan sangat intensif.

Profesor George J. Dudycha dalam bukunya Learn More with Less Effort menerangkan bahwa penerangan dari cahaya lampu dapat dibedakan menjadi empat macam :

    1. Penerangan tak langsung

Penerangan ini terjadi dari cahaya yang dipantulkan dari langit-langit dan dinding kamar, sedang sumber cahayanya sendiri tidak kelihatan.

    1. Penerangan setengah tak langsung

Penerangan ini untuk sebagian datang dari pemantulan cahaya seperti penerangan tak langsung diatas dan untuk sebagian lagi dari cahaya yang langsung memancar dari lampu dan melewati selubung kaca yang berwarna putih.

    1. Penerangan setengah langsung

Penerangan ini terjadi dari cahaya lampu yang memancar ke segenap jurusan dengan melewati selubung kaca yang berwarna putih seperti susu.

    1. Penerangan langsung

Penerangan ini memancar langsung dari sumber cahaya (lampu) ke permukaan meja tanpa melewati apapun. Lampu meja yang umum dipakai oleh para mahasiswa tergolong lampu penerangan langsung.

Penerangan yang terbaik untuk membaca pada malam hari ialah penerangan tak langsung, karena cahaya pemantulan itu tersebar ke semua jurusan sehingga sifatnya merata dan tidak menimbulkan bayangan.

Syarat lain yang harus kita perhatikan dalam menciptakan tempat belajar yang baik ialah sirkulasi udara. Kamar belajar hendaknya mempunyai peredaran udara yang lancar. Caranya yaitu dengan membuka pintu dan jendela kamar sehingga memungkinkan keluar masuknya udara yang segar.

  1. Kesehatan badan.

Dari sekeliling tempat belajar kita sebagai mahasiswa ilmu keolahragaan juga perlu menjaga keadaan jasmani. Untuk dapat belajar yang baik kita harus mempunyai tubuh yang sehat. Tanpa jasmani yang sehat, pikiran kita tidak akan dapat bekerja dengan baik. Keadaan fisik yang lemah merupakan penghalang yang sangat besar untuk dapat menyelesaikan pelajaran di perguruan tinggi. Gejala-gejala kecil yang menunjukkan adanya gangguan terhadap kesehatan badan kita harus diberikan perhatian sepenuhnya. Kelalaian atau keseganan hanya akan mengakibatkan semakin hebatnya gangguan-gangguan terhadap badan kita sehingga kemungkinan besar kita menjadi tidak dapat belajar sama sekali. Kesehatan jasmani dapat dipelihara sebaik-baiknya bilamana kita mengindahkan syarat –syarat tertentu mengenai tidur, makan, olahraga, dan rekreasi.

Disamping tidur, makanan juga harus kita perhatikan, karena makanan diperlukan untuk membangun dan menumbuhkan tubuh, memberikan kekuatan guna berolahraga (termasuk belajar) dan mengatur jalannya mekanisme badan serta melindunginya dari penyakit. Mengenai makanan itu sendiri kita sebaiknya berpantang terhadap makanan dan minuman yang menggangu kesehatan. Musuh besar bagi pikiran yang bekerja baik ialah minuman keras sebangsa alkohol dan rokok sebainya juga dikurangi sebanayak mungkin karena kita sebagai mahasiswa ilmu keolahragaan makanan dan minuman yang menggangu kesehatan selain mengganggu pikiran kita juga berdampak pada kesehatan jasmani kita.

Sebagai mahasiswa Ilmu Keolahragaan kita juga perlu memperhatikan rekreasi. Rekreasi bermanfaat untuk mengendorkan ketegangan pikiran yang dipakai terus menerus untuk belajar dan praktek yang begitu banyak dan melelahkan. Maksud rekreasi ialah untuk mengalihkan seperlunya perhatian dan pikiran kita dari pelajaran sehingga otaqk kita tetap tangkas dan perasaan tidak jemu. Rasa tidak bosan dan kegembiraan jiwa merupakan faktor penting dalam usaha belajar, karena itu harus pula diusahakan dan dipelihara dengan secukupnya.

3. Pedoman-pedoman untuk Belajar

1. Keteraturan dalam belajar

Prinsip-prinsip dalam belajar itu sekurang-kurangya menyangkut tiga hal, yaitu keteraturan, disiplin, dan konsentrasi. Pokok pangkal yang pertama dari cara belajar yang baik ialah keteraturan. Pengetahuan mengenai cara belajar yang efisien pada umumnya hanya berupa program belajar secara teratur. Dengan belajar dan mengikuti setiap mata kuliah baik itu kulyah praktik ataupun teori secara teratur kita akan memperoleh hasil yang maksimal.

2. Disiplin belajar

Azas lain dalam belajar yang baik dalam belajar ialah disiplin. Dengan jalan berdisiplin untuk melaksanakan pedoman-pedoman yang baik di dalam usaha belajar, barulah kita mempunyai cara belajar yang baik. Dengan berdisiplin, selain membuat kita memilki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan proses kearah pembentukan watak yang baik.

Cara belajar yang baik adalah suatu kecakapan yang dapat kita miliki dengan jalan latihan tetapi keteraturan dan disiplin harus ditanam dan diperkembangkan dengan penuh kemauan dan kesungguhan agar cara belajar yang baik itu dapat kita jadikan sebagai rutinitas sehari-hari. Apabila cara belajar belajar yang baik telah menjadi kebiasaan maka tidak ada lagi resep-resep lain yang harus yang harus diperhatikan waktu belajar. Demikian pula unsur keteraturan dan disiplin tidak akan terasa lagi sebagai beban yang berat.

3. Konsentrasi

Setiap mahasiswa dalam menuntut ilmu harus melakukan konsentrasi dalam belajarnya karena tanpa konsentrasi tidak mungkin kita mengusai mata kuliah yang sedang kita pelajari. Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap satu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan.

Pada dasarnya konsentrasi merupakan akibat dari perhatian, terutama perhatian spontan yang ditimbulkan oleh minat terhadap suatu hal. Sebagai mahasiswa ilmu keolahragaan, hendaknya mempunyai minat yang besar terhadap mata kuliah yang sedang kita pelajari baik itu dalam kulyah praktik maupun teori. Suka atau tidak suka, semua mata kuliah harus kita tempuh dalam perkuliahan. Oleh karena itu sikap membenci suatu mata kuliah itu tidak ada manfaatnya bahkan hanya menimbulkan kerugian bagi diri kita sendiri . Sukses dalam study tidak semata-mata bergantung pada banyaknya waktu belajar yang dipergunakan, melainkan juga pada intensitas konsentrasi yang dapat diciptakan.

4. Pemakaian perpustakaan

Tidak ada belajar yang dilaksanakan tanpa pembacaan dan gudang bacaan adalah perpustakaan. Kita harus meluangkan waktu untuk mengunjungi perpustakaan universitas ataupun perpustakaan-perpustakaan lainnya yang dapat membantu kita dalam proses pembelajaran. Dengan memanfaatkan perpustakaan ini kita dapat menambah pengetahuan kita. Selain itu dengan adanya perpustakaan ini kita dapat mencari bahan atau materi untuk melengkapi dan menjawab tugas yang sedang kita kerjakan.

5. Cara mengatur waktu

Bila melihat dari penjelasan diatas yang begitu rumit ditambah padatnya jadwal kuliah kita baik itu dalam kuliah praktek maupun teori kita harus mampu membagi waktu antara kuliah, belajar, istirahat, dan rekreasi. Apalagi kita sebagai mahasiswa Ilmu Keolahragaan selain banayk menguras tenaga , dalam perkuliahannya juga banyak menguras pikiran. Oleh sebab itu kita harus pandai-pandai dalam mengatur waktu dan kita juga harus pandai dalam memilih hal yang dapat mempengaruhi waktu kuliah kita. Asalkan tidak mempengaruhi kuliah kita, apapun itu tidak apa-apa untuk kita lakukan karena untuk saat ini yang paling penting adalah prestasi kita dalam akademik. Selain itu kita juga harus bisa membagi waktu untuk belajar minimal 30 menit dalam sehari.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Teori belajar dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu yaitu teori belajar asosiasi, kognitif, dan sibernetika. Sebuah syarat untuk dapat belajar dengan sebaik-baiknya adalah tersedianya tempat belajar. Untuk dapat belajar dengan sebaik-baiknya hendaknya kita mempunyai ruang belajar tersendiri, kalaupun tidak ada ruang belajar tersendiri, maka kamar tidurpun dapat dijadikan tempat belajar yang sangat baik kalau kita dapat memperhatikan beberapa hal dan kebiasaan yang baik.

Sebagai mahasiswa ilmu keolahragaan, kita juga perlu menjaga keadaan jasmani. Untuk dapat belajar yang baik kita harus mempunyai tubuh yang sehat. Kelalaian atau keseganan hanya akan mengakibatkan semakin hebatnya gangguan-gangguan terhadap badan kita sehingga kemungkinan besar kita menjadi tidak dapat belajar sama sekali. Kesehatan jasmani dapat dipelihara sebaik-baiknya bilamana kita mengindahkan syarat –syarat tertentu mengenai tidur, makan, olahraga, dan rekreasi. Prinsip-prinsip dalam belajar itu sekurang-kurangya menyangkut empat hal, yaitu keteraturan, disiplin, konsentrasi, dan pemakaian perpustakaan.

Kita sebagai mahasiswa Ilmu Keolahragaan, selain banyak menguras tenaga , kita juga banyak menguras pikiran. Oleh sebab itu kita harus pandai-pandai dalam mengatur waktu dan kita juga harus pandai dalam memininmalis jumlah waktu yang terbuang tanpa ada manfaatnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: