AIR

Tubuh yang mengandung relatif banyak otot mengandung lebih banyak air, sehingga kandungan air atlet lebih banyak daripada nonatlet, kandungan air pada laki-laki lebih banyak daripada perempuan, dan kandungan air pada anak muda lebih banyak daripada orang tua. Sel-sel yang aktif secara metabolik seperti sel-sel otot dan visera.

Semua atom dalam molekul air terjalin menjadi satu oleh ikatan yang kuat,yang hannya dapat dipecahkan oleh perantara yang paling agresif, misalnya energi listrik atau zat kimia seperti zat Kalium. Ikatan antara atom hydrogen dan atom oksigen pada sebuah molekul airmasing-masing mempunyai energi sebesar 110.2kkl per mol. Kemampuan air membentuk ikatan hydrogen menyebabkan air mempunyai sifat-sifat yang unik, yaitu bias mengalir pada suhu 0-100 dejata Celcius.

Fungsi Air

  1. Pelarut dan alat angkut

  2. Katalisator

  3. Fasilitator pertumbuhan

  4. Pengatur suhu

  5. Peredam benturan

  6. Mendispersikan berbagai senyawa yang ada dalam bahan makanan

Keseimbangan Air

Keseimbangan cairan tubuh adalah keseimbangan antara jumlah cairan yang masuk dan keluar tubuh. Ketidak seimbangan terjadi pada dehidrasi dan intoksikasi air. Konsumsi air terdiri atas air minum yang diperoleh dari minum dan diperoleh dari makanan serta air yang diperoleh dari hasil metabolisme. Air yang keluar dari tubuh termasuk yang dikeluarkan oleh urine, air di dalam feses, dan air yang dikeluarkan melalui kulit dan paru-paru.

Pengatur Konsumsi Air

Konsumsi air diatur oleh rasa haus dan kenyang. Hal ini terjadi melalui perubahan yang dirasakan oleh mulut, hipotalamus (pusat otak yang mengontrol pemeliharaan keseimbangan air dan suhu tubuh) dan perut. Bila hipotelamus mengetahui bahwa konsentrasi darah tinggi, maka timbul rangsangan untuk minum. Pengaturan minum dilakukan pula oleh saraf lambung.

Pengaturan pengeluaran air

Pengeluaran air dari tubuh diatur oleh ginjal dan otak. Hipotelamus mengatur konsentrasi garam dalam darah, merangsang kelenjar pituitari mengeluarkan hormon antidiuretika (ADH). ADH dikeluarkan bilamana konsentasi tubuh tinggi. ADH merangsang ginjal untuk menahan dan mengedarkannya kembali ke dalam tubuh. Jadi semakin banayk air dibutuhkan oleh tubuh maka semakin sedikit yang dikeluarkan.

Keseimbangan Cairan dan Elektrolit

Tubuh harus mampu memelihara konsentrasi semua elektrolit yang sesuai dalam cairan tubuh, sehingga tercapai keseimbangan cairan elektrolit. Mineral makro terdapat dalam bentuk ikatan garam yang larut dalam cairan. Kecenderungan air mengikuti garam dinamakan osmosis.

Disiosiasi garam dalam air

Bila garam larut dalam air akan terjadi disiosiasi sehingga berbentuk ion-ion bermuatan positif dan negatif. Ion positif dinamakan elektrolit, Sedang ion negatif dinamakan anion. Ion mengandung muatan listrik dan dinamakan elektrolit. Dalam semua larutan elektrolit, ada keseimbangan antara konsentrasi anion dan kation.

Cairan tubuh yang mengandung air dan garam dalam keadaan disosiasi dinamakan larutan elektrolit. Ion juga digunakan tubuh untuk mengatur tingkat keasaman atau pH cairan tubuh. Cairan tubuh yang mengandung air dan garam dalam keadaan disosiasi dinamakan larutan elektrolit. Sel-sel tubuh memilih elektrolit untuk ditempatkan di luar (terutama natrium dan klorida) dan di dalam sel (terutama kalium, magnesium, fosfat, dan sulfat).

Air mengikuti elektrolit

Air akan bergerak kearah larutan elektrolit yang berkonsentrasi lebih tinggi. Hal ini dilakukan melalui membran sel semipermeabel untuk air tetapi tidak pada elekrolit. Kekuatan yang mendorong air untuk bergerak ini dinamakan tekanan osmosis. Membran sel mengandung alat transpor berupa protein yang mengatur penyeberangan ion positif dan bahan lain melalui membran sel tersebut.

Pengaturan ini terutama dilakukan oleh saluran cerna dan ginjal. Untuk mengatur keseimbangan elektrolit, ginjal memanfaatkan kelenjar adrenal melalui hormon aldosteron. Bila kadar natrium tubuh menjadi rendah, aldosteron meningkatkan reabsorpsi natrium dari tubula ginjal. Rasa haus juga membantu kadar natrium di dalam darah. Bila kadar natrium tinggi, reseptor di dalam otak merangsang seseorang untuk minum hingga tercapai rasio normal natrium terhadap air.

Ketidakseimbangan elektrolit

Secara normal tubuh mampu mempertahankan diri dari ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Jika kehilangan keseimbangan elektrolit dapan mengakibatkan muntah-muntah, diare, berkeringat luar biasa, terbakar, luka/perdarahan, dan sebagainya yang bisa juga mengakibatkan dehidrasi cara mengatasinya yaitu dengan minum oralit atau larutan gula garam (LGG). Bila terjadi ketidakseimbangan elektrolit segera dilakukan tindakan medis khusus dikhawatirkan terjadi gagal ginjal.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: