Beranda > materi kuliah > METABOLISME IN OVERTRAINING

METABOLISME IN OVERTRAINING

Latar belakang

Sebagai seorang calon guru olahraga maupun sebagai pelatih, alangkah baiknya bila kita mengetahui metabolisme pada latihan yang berlebihan supaya kita dalam memaksimalkan latihan yang akan kita berikan terhadap atlit ataupun siswa dan latihan yang kita berikan tidak membahayakan atlit ataupun siswa yang akan menerima pelatihan atau pembelajaran yang akan kita berikan.

Oleh sebab itulah dalam mata kuliah Ilmu Faal II ini kami akan mencoba membahas tentang metabolisme pada latihan yang berlebihan untuk mengetahui tentang tanda, gejala-gejala dan pencegahan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengakibatkan latihan yang berlebihan. Selain itu kita juga dapat mengetahui batasan-batasan latihan atau aktivitas fisik yang akan kita berikan pada seorang atlit ataupun siswa.

  1. Rumusan masalah
  1. Apakah yang dimaksud dengan overtraining?
  2. Perubahan apa yang akan terjadi dalam proses metabolisme saat mencapai overtraining?
  3. Apa sajakah gejala-gejala overtraining?
  4. Bagaimana pencegahan overtraining?
  1. Tujuan
  1. Dapat memahami apa itu overtraining
  2. Dapat mengetahui perubahan apa yang akan terjadi dalam proses metabolisme saat mencapai overtraining
  3. Dapat mengetahui gejala-gejala overtraining
  4. Dapat mengetahui cara pencegahan overtraining

BAB II

PEMBAHASAN

Jika mulai memiliki masalah “kehilangan” lemak atau tampaknya akan sulit menjadi gemuk, mungkin mengalami overtraining. Bagaimana bisa mendapat lemak jika latihan berat tapi sedikit makan. Jika kalori yang diperoleh tidak sesuai dengan yang dikeluarkan tubuh akan mengalami keseimbangan tubuh negatif yang memperlambat metabolisme tubuh dan lemak untuk kelangsungan hidup. Overtraining adalah keadaan dimana tubuh diminta untuk melakukan hal (secara fisik maupun mental) diluar kemampuan. Sehingga gerakan dan koordinasi tubuh sudah tidak maksimal dan timbul rasa nyeri pada tubuh.

Latihan olahraga jelas bisa mempercepat metabolisme tubuh manusia. Namun, latihan yang berlebihan juga berkemungkinan mengakibatkan terlalu seringnya pergantian sel tubuh yang baru dan lama, sehingga dengan demikian, jasmani dan rohani tidak bisa mencapai hasil peningkatan yang diharapkan.

Overtraining didapat dari hasil akumulasi perubahan dalam metabolisme, yang menjadi kronis selama latihan. Mulanya berawal dari perubahan biokimia dalam metabolisme karbohidrat. Selama latihan daya tahan, jumlah rantai sakarida dari glycoproteins telah menurun. Konsentrasi protein tersebut tidak berubah tetapi kualitasnya menurun. Sakarida ini digunakan untuk membakar simpanan glikogen dalam hati pada waktu latihan. Langkah ini diikuti perubahan dalam metabolisme lipid. Aspek yang paling relevan adalah langkah bahwa rantai panjang asam lemak darah menurun, yakni jumlah yang sama asam lemak yang ditemukan dalam darah, tetapi individu yang latihannya berlebih mempunyai rantai asam lemak yang lebih pendek daripada individu yang latihan dengan baik.

Hal ini menunjukkan bahwa perubahan muncul dalam sintesis hati dari rantai panjang asam lemak atau yang lebih tinggi dari terjadinya peroksidasi lipopartikel darah. Untuk langkah akhir dari proses ini overtraining, ditemukan bahwa ada disfungsi dalam karbohidrat / metabolisme lipid yang menyebabkan semakin tinggi penggunaan asam amino, yang mungkin dihasilkan dari katabolisme protein.

Evolusi tiga konsentrasi protein (1 -acid glycoprotein, 1-asam glycoprotein, 2 -macroglobulin and IgG 3) ini meningkatkan konsentrasi asam amino, dengan katabolisme protein tertentu. Saat ini saja, overtraining didiagnosa secara konvensional melalui gejala klinis. Proses ini dijelaskan dalam latihan berturut-turut yang mengakibatkan perubahan metabolisme yang berpindah dari sumber utama energi untuk latihan (karbohidrat dan lipids) terhadap molekul protein biasanya tidak substansial digunakan untuk pasokan energi kerangka otot.

  • Gejala overtraining
  1. Ketika istirahat detak jantung meningkat sampai 5-10 pulsations.
  2. Tingkat kerja menurun.
  3. Kesulitan dalam menyelesaikan latihan.
  4. Otot terasa lelah
  5. Gampang sakit.
  6. Berat badan turun.
  7. Tidur bermasalah.
  8. Pemulihan kurang cepat.

Ada dua macam overtraining, dikenal dengan nama overtraining Addisonic dan overtraining Basedowic. Berikut tanda-tanda dan gejala kedua overtraining tersebut.

Addisonic overtraining:

  1. Tekanan darah: diastolic meningkat menjadi lebih dari 100mm Hg, selama & setelah stres fisik.
  2. Sedikit lebih lelah.
  3. Frekuensi tidur tetap.
  4. Kordinasi menurun.
  5. Jantung sedikit berdebar-debar.
  6. Suhu tubuh normal
  7. Metabolisme normal
  8. Nafsu makan normal.
  9. Sedikit rasa nyeri atau mungkin malah tidak ada.
  10. Waktu pemulihan sedikit lebih lama.
  11. Sedikit kerugian motivasi.

Basedowic overtraining:

  1. Tekanan darah sedikit meningkat.
  2. Kordinasi menurun
  3. Cenderung mudah lelah
  4. Frekuensi tidur meningkat
  5. Jantung berdebar-debar waktu istirahat.
  6. Suhu tubuh meningkat.
  7. Nafsu makan menigkat.
  8. Metabolisme diubah menjadi pengeluaran keringat.
  9. Nyeri ringan dan sakit kepala.
  10. Pemulihan menjadi lebih lama
  11. Miskin motivasi

Latihan berlebihan pada penderita kencing manis dapat menyebabkan ketosis atau metabolisme protein secara berlebihan dan dapat mengakibatkan pingsan. Metabolisme overtraining adalah gangguan metabolisme energi di mana otot menjadi cepat lelah dalam melakukan suatu aktivitas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemulihan dan suplemen dari persediaan glikogen. Beberapa keluhan dari overtraining adalah “kaki berat” dan kelelahan secara umum gejala ini terjadi akibat kurangnya glikogen. Oleh karena itu, gejala overtraining harus dihindari jika hanya sedikit karbohidrat yang dimakan untuk mengisi energi otot. Karena karbohidrat sumber glikogen. Sebaiknya konsumsi karbohidrat, lemak dan protein dibuat seimbang agar setelah karbohidrat habis digunakan masih ada cadangan energi untuk melanjutkan aktivitas.

  • Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Perawatan ini untuk latihan yang terencana. Dalam perencanaan latihan disisipi waktu untuk istirahat. Lakukan latihan sesuai kemampuan dan apa yang telah direncanakan. Ubah pola makan sesuai dengan kegiatan yang anda lakukan dan ubah rencana latihan jika sedang mengalami perawatan akibat overtraining. Overtraining dini biasanya diobati dengan beristirahat dan dalam kasus yang lebih parah diobati dengan pembatasan jadwal latihan fisik hingga atlet fit kembali. Waktu istirahat dapat dalam hitungan hari atau minggu disesuaikan dengan parahnya tingkat overtraining.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Overtraining adalah keadaan dimana tubuh diminta untuk melakukan hal (secara fisik maupun mental) diluar kemampuan. Overtraining didapat dari hasil akumulasi perubahan dalam metabolisme, yang menjadi kronis selama latihan. Mulanya berawal dari perubahan biokimia dalam metabolisme karbohidrat. Selama latihan daya tahan, jumlah rantai sakarida dari glycoproteins telah menurun. Konsentrasi protein tersebut tidak berubah tetapi kualitasnya menurun. Overtraining dini biasanya diobati dengan beristirahat dan dalam kasus yang lebih parah diobati dengan pembatasan jadwal latihan fisik hingga atlet fit kembali. Waktu istirahat dapat dalam hitungan hari atau minggu disesuaikan dengan parahnya tingkat overtraining.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

http://www.focusedtrainers.com

http://www.henlia.com/?p=805

http://72.14.235.132/search?q=cache:GfFI9MLM7ZkJ:wap.korantempo.com/view

http://www.runningtools.com/overtraining.htm

http://www.ingentaconnect.com

http://www.personaltrainertoday.com/articles

http://www.sportsci.org

http://www.articledashboard.com

http://www.springerlink.com/content/h1660535h7832306/

http://www.thirdcoasttraining.com/home/overtraining.html

http://atozfitness.com/wordpress/how-to-avoid-over-training-to-maximize-muscle-growth/

http://www.ast-ss.com/articles/article.asp?AID=81

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: