Arah Ku

15 Juli 2013 1 komentar

Aku tau harus kemana,
Aku tau harus bagaimana,
Aku tau arah ku,
Aku tau,
Mungkin aku belum tau siapa aku,
Aku bukan terdiam,
Aku hanya mencari siapa aku,
Dan mungkin bersamamu,
Aku bisa tau siapa aku,
Dan mungkin bersamamu,
Aku sampai pada arahku,

sulton

sulton

Canduku Padamu AlamMu

14 Januari 2015 Tinggalkan komentar

kita akan berjalan,
mencari keindahan,
bersama sama kita melangkah..

mari kita siapkan,
semua peralatan,
bersama sama kita siapkan…

berjalan, berjalan, melangkah bersama, bersama kita langkahkan…
tertawa bersama, bersama sama, bersama sama kit
a tertawa…

mari kita kalahkan,
semua ego kita, kita singkirkan,
mari kita nikmati,
rasakan dingin ini kita bernyanyi,

mari kita nikmati, indahnya alam ini, bersama sama kita nikmati,
mari kita bernyanyi, canduku padamu, pada Alam Mu..

image

Candu alam

Kategori:Uncategorized Tag:

sebuah pesan tanpa kesan

17 November 2014 Tinggalkan komentar
candu alam

candu alam

Kategori:Uncategorized

tanya ku…

12 September 2014 Tinggalkan komentar

Bimbangku…
Pada tanya yang terbawa angin…
Seperti kabut tebal yang menutup semua pandangku…
Aku…
Untuk apa?
Untuk siapa?
Harus bagaimana?
Pada siapa?
Harus kemana?
Sendiri tersesat dalam kabut tanya…
Membawa pada sudut dimana aku kehilangan langkahku…
Diam?
itukah langkahku?
Mungkin itu…

#120914

sulton

sulton

Kategori:Uncategorized

waktu

15 Agustus 2014 Tinggalkan komentar

Dan nanti,
Pada akhirnya semua akan sama saja,
Sama-sama tau,
Sama-sama mengerti,
Sama-sama memahami,

Tak perlu lagi ada yang tau,
semua sama saja,
Biarkan hanya waktu yang tau,
Biarkan hanya waktu yang menjawab,

Kita hanya bisa tertawa,
Kita hanya bisa menertawai,
Lihat saja,
Atau tunggu saja,

Pasti hanya soal waktu, 140814

bulleng

bulleng

Kategori:buleng punya

9 April 2014 2 komentar

Entah,
Bukan kemunafikan,
Bukan kebetulan,
Juga bukan kesengajaan,
Tidak pernah ada yang hilang,
Tidak pernah ada yang pergi,
Hanya saja mereka tak pernah menetap,
Atau bahkan mungkin tidak pernah ada,

9414

sulton

sulton

Gunung Wayang Lumajang

20 Januari 2014 4 komentar

 

Seperti tiada habisnya tempat wisata yang ada di Lumajang, baru-baru ini muncul lagi tempat camping dataran tinggi dengan pemandangan alam gunung Semeru dan kota Lumajang. Dari puncak Gunung Wayang atau yang kerap disebut bukit barisan ini dapat terlihat gagahnya Gunung Semeru dengan sangat jelas. Selain itu disana juga di suguhkan pemandangan lampu kota Lumajang saat malam hari.
Gunung Wayang ini terletak di desa Sumber Mujur kecamatan Candipuro kabupaten Lumajang yang juga bersebelahan dengan pos pantau Gunung Semeru (gunung sawur) dan hutan bambu. Saat malam hari, Jika kita beruntung kita dapat melihat kluarnya lava Gunung Semeru yang keluar dari bibir kawah Semeru meskipun itu jarang sekali terjadi.
Track untuk menuju puncak Gunung Wayang ini tergolong cukup mudah. dari tempat parkir motor, hanya dengan berjalan kurang lebih 20 menit kita suda bisa sampai dipuncaknya. Selain itu di lereng Gunung Wayang juga terdapat sumber mata air yang jernih. Jadi kita tidak sulit untuk mendapatkan air jernih sekedar untuk minum dan memasak perbekalan kita.
Sangat beruntung sekali kami bisa menikmati keindahan alam waktu melakukan pendakian ke Gunung wayang bersama teman-teman Candu Alam Lumajang.

candu alamgunung wayang lumajang
gunung wayang lumajang
helbegh
bulleng

bulleng

gunung wayang lumajang

phycole

candu alam lumajang
sinyo

Gunung Wayang Lumajang

candu alam lumajang

gunung wayang lumajang

gunung wayang lumajang

sejarah kota Lumajang

18 Desember 2013 Tinggalkan komentar
alun-alun lumajang

alun-alun lumajang tempo dulu

Dalam sejarahnya, kepercayaan terhadap gunung suci yaitu Mahameru sangat mewarnai kehidupan masyarakat di wilayah ini, karena masyarakat pemukim sangat menghormati gunung suci ini sebagai tempat para roh leluhur dan juga bermukimnya para Dewa. Di Lumajang, untuk pertama kali ditemukan Prasasti yang dibuat oleh raja Kameswara dari Kediri yang melakukan “Tirta Yatra” atau perjalanan mencari air suci ke puncak gunung Semeru yang dibuktikan dengan adanya “Prasasti Ranu Kumbolo” pada tahun 1182 Masehi.

Nama Lumajang berasal dari “Lamajang” yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadinya.Beberapa bukti peninggalan yang ada antara lain:

  1. Prasasti Mula Malurung
  2. Naskah Negara Kertagama
  3. Kitab Pararaton
  4. Kidung Harsa Wijaya
  5. Kitab Pujangga Manik
  6. Serat Babad Tanah Jawi
  7. Serat Kanda

Karena Prasasti Mula Manurung di nyatakan sebagai prasasti tertua dan pernah menyebut-nyebut “Negara Lamajang” maka dianggap sebagai titik tolak pertimbangan hari jadi Lumajang.

Prasasti Mula Manurung ini ditemukan pada tahun 1975 di Kediri. Prasasti ini ditemukan berangka tahun 1977 Saka, mempunyai 12 lempengan tembaga . Pada lempengan VII halaman a baris 1—3 prasasti Mula Manurung menyebutkan “Sira Nararyya Sminingrat, pinralista juru Lamajang pinasangaken jagat palaku, ngkaneng nagara Lamajang” yang artinya: Beliau Nararyya Sminingrat (Wisnuwardhana) ditetapkan menjadi juru di Lamajang diangkat menjadi pelindung dunia di Negara Lamajang tahun 1177 Saka pada Prasasti tersebut setelah diadakan penelitian / penghitungan kalender kuno maka ditemukan dalam tahun Jawa pada tanggal 14 Dulkaidah 1165 atau tanggal 15 Desember 1255 M.

Mengingat keberadaan Negara Lamajang sudah cukup meyakinkan bahwa 1255M itu Lamajang sudah merupakan sebuah negara berpenduduk, mempunyai wilayah, mempunyai raja (pemimpin) dan pemerintahan yang teratur, maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255 M sebagai hari jadi Lumajang yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lumajang Nomor 414 Tahun 1990 tanggal 20 Oktober 1990

Baca selanjutnya…