<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Vharis&#039;s Sulton Blog</title>
	<atom:link href="http://vhariss.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vhariss.wordpress.com</link>
	<description>belajar tak selamanya hanya membaca</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 08:38:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='vhariss.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b51bd0e6ab7ebe3029effba965122790?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Vharis&#039;s Sulton Blog</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://vhariss.wordpress.com/osd.xml" title="Vharis&#039;s Sulton Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://vhariss.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TENIS LAPANGAN</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2011/12/15/tenis-lapangan/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2011/12/15/tenis-lapangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 03:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[macam teknik dasar tenis]]></category>
		<category><![CDATA[teknik dasar tenis lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[tenis]]></category>
		<category><![CDATA[tenis lapangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[A.  Tenis Lapangan Permainan tenis lapangan merupakan permainan yang istimewa, karena latar belakang dan tradisinya. Tenis lapangan mengajarkan etika, sikap mental positif, serta penghargaan terhadap aturan-aturan. Menurut Lardner (2003:iv) “tenis merupakan permainan yang memerlukan kecepatan kaki, ketepatan yang terkendali, stamina, antisipasi, ketetapan hati (determination), dan kecerdikan”. Permainan tenis lapangan telah berubah dengan drastis dalam waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=183&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A.  </strong><strong>Tenis Lapangan</strong></p>
<p>Permainan tenis lapangan merupakan permainan yang istimewa, karena latar belakang dan tradisinya. Tenis lapangan mengajarkan etika, sikap mental positif, serta penghargaan terhadap aturan-aturan. Menurut Lardner (2003:iv) “tenis merupakan permainan yang memerlukan kecepatan kaki, ketepatan yang terkendali, stamina, antisipasi, ketetapan hati (<em>determination</em>), dan kecerdikan”.</p>
<p>Permainan tenis lapangan telah berubah dengan drastis dalam waktu yang relatif singkat. Ketika Walter Wingfield  menerima hak paten dari pemerintah Inggris untuk permainan tenis lapangan di tahun 1784, ia tidak pernah mengira akan seperti apa permainan itu di masa kini (Brown, 2007:1).</p>
<p>Dulu tenis hanya dimainkan oleh para amatir. Kini pemain-pemain kelas dunia seringkali telah menjadi pemain profesional di usia remaja. Tenis terbuka, di mana pemain profesional bersaing dengan pemain amatir, dimulai pada tahun 60-an (Brown, 2007:1). Tujuan utama dalam tenis adalah memukul bola ke dalam petak lawan dengan sedemikian rupa, sehingga lawan tidak dapat menyentuhnya sama sekali. Atau agar pengambilan bola lawan membawa bola keluar dari batas, atau agar bola lawan menyangkut net (Lardner, 2003:5).</p>
<p><strong> <span id="more-183"></span></strong></p>
<p><strong>B.  </strong><strong>Teknik Dasar Tenis Lapangan</strong></p>
<p><strong>1.    </strong><strong>Macam-macam Teknik Dasar Tenis Lapangan</strong></p>
<p>Pada permainan tenis lapangan terdapat beberapa teknik dasar yang diperlukan untuk dapat memainkan tenis lapangan secara benar. Menurut Permana (2008:4-17) teknik dasar tenis lapangan adalah:</p>
<p>(1)<em> Grip </em>tenis lapangan terdiri dari dua <em>grip </em>yaitu, <em>forehand grip </em>yang terdiri dari <em>forehand continental grip, forehand eastern grip, forehand semi-western grip </em>dan <em>forehand western grip</em> dan <em>backhand grip </em>yang terdiri dari <em>backhand eastern grip, backhand full-eastern </em>atau <em>western grip </em>dan <em>backhand two handed. </em>(2) Cara berdiri terdapat tiga cara yaitu <em>closed stance, square stance, </em>dan <em>open stance</em>. (3) Terdapat dua teknik pukulan yaitu pukulan <em>forehand </em>dan<em> </em>pukulan <em>backhand </em>yang terdiri dari <em>backhand </em>satu tangan dan <em>backhand </em>dua tangan.<em> </em>(4) Sedangkan teknik dasar lainnya adalah <em>service, overhead smash </em>dan<em> volley.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan teknik-teknik dasar permainan tenis lapangan menurut Murti (2002:4-44) adalah:</p>
<p>(1) Pukulan <em>groundstroke </em>yang terdiri dari posisi siap (<em>ready position</em>), cara bergerak (<em>the way of moving</em>), posisi siap pukul (<em>positioning</em>) dan cara atau teknik memukul (<em>the way of stroking</em>). (2) Pukulan <em>forehand </em>yang terdiri dari <em>forehand topspin. </em>(3) Pukulan <em>backhand </em>yang terdiri dari <em>backhand topspin, backhand drive, backhand slice </em>dan <em>two handed backhand. </em>(4) <em>Approachshot</em> yang terdiri dari pukulan bola tengah (<em>closed stand</em>), pukulan bola di pinggir lapangan, <em>backhand approachshot </em>dan <em>backhand slice approachshot</em>. (5) Pukulan <em>volley</em> yang terdiri dari <em>forehand volley </em>dan<em> backhand volley. </em>(6) <em>Serve </em>yang terdiri dari <em>kick serve, slice serve </em>dan <em>twist swerve</em>. (7) <em>Return serve</em> yang terdiri dari <em>return serve </em>bola cepat dan <em>return service slice</em>. (8) <em>Dropshot</em>. (9) <em>Lob</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa teknik dasar permainan tenis lapangan terdiri dari <em>grip </em>tenis lapangan terdiri dari dua <em>grip </em>yaitu, <em>forehand grip </em>yang terdiri dari <em>forehand continental grip, forehand eastern grip, forehand semi-western grip </em>dan <em>forehand western grip</em> dan <em>backhand grip </em>yang terdiri dari <em>backhand eastern grip, backhand full-eastern </em>atau <em>western grip </em>dan <em>backhand two handed, </em>cara berdiri terdapat tiga cara yaitu <em>closed stance, square stance, </em>dan <em>open stance</em>, pukulan <em>forehand </em>dan <em>backhand</em>, <em>approachshot,</em> pukulan <em>groundstroke </em>yang terdiri dari posisi siap (<em>ready position</em>), cara bergerak (<em>the way of moving</em>), posisi siap pukul (<em>positioning</em>) dan cara atau teknik memukul (<em>the way of stroking</em>)<em>, volley</em> yang terdiri dari <em>forehand volley </em>dan<em> backhand volley, service </em>yang terdiri dari <em>kick serve, slice serve </em>dan <em>twist serve</em>, <em>return serve</em> yang terdiri dari <em>return serve </em>bola cepat dan <em>return service slice</em>, <em>dropshot</em> dan <em>lob</em>.</p>
<p><strong><br /> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>2.    </strong><strong>Pukulan <em>Groundstroke</em></strong></li>
</ol>
<p>Menurut Brown (2007:31) “<em>groundstroke </em>adalah pukulan setelah bola memantul ke lapangan. <em>Groundstroke forehand </em>mengarah ke samping tubuh ketika memegang raket. Ini adalah bentuk pukulan tenis yang sering dilakukan dan paling mudah dipelajari. <em>Groundstroke backhand </em>mengarah ke sisi yang berlawanan”.</p>
<p>Menurut Murti (2002:5-17) tahapan-tahapan melakukan <em>groundstroke </em>adalah pertama posisi siap (<em>ready position</em>), yang kedua cara bergerak (<em>the way of moving</em>), ketiga posisi siap pukul (<em>positioning</em>), dan terakhir adalah cara atau teknik memukul (<em>the way of stroking</em>).</p>
<p><em>Groundstroke </em>juga menjadi salah satu syarat untuk menjadi petenis yang berprestasi. Menurut Murti (2002:17) hal-hal yang harus dimiliki oleh petenis yang ingin berprestasi adalah memiliki <em>groundstroke </em>yang solid di semua sisi (teknik memukul yang prima), memiliki pergerakan yang cepat (<em>pro active</em>), memiliki fisik yang prima, memiliki penguasaan lapangan. Sedangkan tahapan-tahapan melakukan pukulan <em>groundstroke </em>menurut Brown (2007:32-35) adalah tahap persiapan, pelaksanaan dan gerakan lanjutan. Hal ini berlaku untuk pukulan <em>forehand </em>maupun <em>backhand</em>.</p>
<p>Dapat disimpulkan bahwa proses melakukan pukulan <em>groundstroke</em> dapat dibagi menjadi tiga yaitu, persiapan, saat melakukan dan gerakan lanjutan. Pada bagian persiapan yang harus dilakukan adalah bungkukkan badan sedikit ke depan, lutut ditekuk, raket ada di depan badan, dan biasakan mata tertuju pada bola serta gerakan raket lawan yang dilakukan bersamaan dengan memegang raket dengan cara <em>forehand eastern</em>, mengayunkan raket terlebih dahulu ke belakang (<em>backswing</em>), berputar menyamping terhadap net, dan melangkah ke arah sasaran. Pada saat melakukan yang harus dilakukan adalah memilih cara melangkah dan mencari posisi untuk memukul yang tepat, kedua hal tersebut didukung dengan memindahkan berat tubuh ke depan, mengayun raket sejajar lapangan, tidak menggerakkan gerakkan pergelangan, fokus pada bola, dan harus mampu memilih memukul bola dengan cara penempatan, cepat dan bertenaga.  Sedangkan untuk melakukan gerakan lanjutan yang harus dilakukan adalah melanjutkan ayunan setelah pukulan, ayun menyilang dan naik, dan mengarahkan raket menunjuk ke sasaran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=183&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2011/12/15/tenis-lapangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROGRAM KURSUS RENANG KEPANJEN</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/18/178/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/18/178/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 21:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[club renang]]></category>
		<category><![CDATA[club renang malang]]></category>
		<category><![CDATA[kursus]]></category>
		<category><![CDATA[kursus renang]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb Salam Olahraga buat semua pecinta olahraga khususnya olahraga renang. Dengan selesainya tugas belajar kami S1 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang kami NSC bermaksud untuk mengadakan Kursus Renang kembali mulai bulan Desember 2011. Harapan awal kami yaitu ingin memacu potensi anak-anak khususnya anak SD untuk dapat melakukan latihan renang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=178&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb<br />
Salam Olahraga buat semua pecinta olahraga khususnya olahraga renang.<br />
Dengan selesainya tugas belajar kami S1 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang kami NSC bermaksud untuk mengadakan Kursus Renang kembali mulai bulan Desember 2011. Harapan awal kami yaitu ingin memacu potensi anak-anak khususnya anak SD untuk dapat melakukan latihan renang mulai dasar hingga menguasai 4 gaya renang antara lain Crawl (gaya bebas), Back Crawl (gaya punggung), Butterfly(gaya kupu-kupu), dan Breast Stroke(Gaya Dada). Harapan jangka panjang kami ingin memiliki atlet renang yang siap untuk mengikuti even olahraga renang.</p>
<p>PROGRAM KURSUS RENANG:<br />
1. Untuk siswa SD kelas 1 s/d 2 (Rp 120.000,-/bulan, sudah termasuk tiket masuk kolam 8 kali) :<br />
- 1 minggu 2 kali pertemuan (1 bulan 8 pertemuan)<br />
- Dalam 1 kelas ada 5 s/d 6 siswa<br />
- Program Latihan yang diberikan atas kerjasama dari Klub Taman Harapan Kota Malang<br />
- Latihan mulai dari dasar yaitu pengenalan air<br />
- Program Latihan berkelanjutan untuk dapat menguasai 3 gaya sekaligus dan 1 gaya dada<br />
2. Untuk siswa SD kelas 3 s/d 4 (Rp 100.000,-/bulan, sudah termasuk tiket masuk kolam 8 kali) :<br />
- 1 minggu 2 kali pertemuan (1 bulan 8 pertemuan)<br />
- Dalam 1 kelas ada 7 s/d 9 siswa<br />
- Program Latihan yang diberikan atas kerjasama dari Klub Taman Harapan Kota Malang<br />
- Latihan mulai dari dasar yaitu pengenalan air<br />
- Program Latihan berkelanjutan untuk dapat menguasai 3 gaya sekaligus dan 1 gaya dada<br />
3. Untuk Umum (Rp 200.000,-/1 gaya renang, tidak termasuk tiket masuk kolam) :<br />
- Jumlah pertemuan 10-12 kali (1 minggu 2 kali pertemuan)<br />
- Dalam 1 kelas ada 6 s/d 8 siswa<br />
- Program Latihan yang diberikan yaitu program untuk bisa 1 gaya renang<br />
- Latihan mulai dari dasar yaitu pengenalan air</p>
<p>Kursus dimulai awal bulan Desember 2011.<br />
Untuk info dan pendaftaran silahkan hubungi Inggit Kurniawan (085646453873) atau Andi Priyawan (085649919597).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=178&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/18/178/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/07/komponen-kompetensi-pengelolaan-pembelajaran-dan-wawasan-kependidikan/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/07/komponen-kompetensi-pengelolaan-pembelajaran-dan-wawasan-kependidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 09:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[materi kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Komponen Kompetensi Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Komponen Kompetensi Wawasan Kependidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Pembelajaran :]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Profesi]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan Kependidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan Sub Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran : KOMPETENSI INDIKATOR 1.Menyusun rencana pembelajaran a. Mendeskripsikan tujuan pembelajaran b.Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan c.Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok d.Mengalokasikan waktu e.Menentukan metode pembelajaran yang sesuai f.Merancang prosedur pembelajaran g.Menentukan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang akan digunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=174&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan </strong></p>
<p><strong></strong><br />
Sub Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran :<br />
KOMPETENSI INDIKATOR<br />
1.Menyusun rencana pembelajaran</p>
<p>a. Mendeskripsikan tujuan pembelajaran<br />
b.Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan<br />
c.Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok<br />
d.Mengalokasikan waktu<br />
e.Menentukan metode pembelajaran yang sesuai<br />
f.Merancang prosedur pembelajaran<br />
g.Menentukan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang akan digunakan<br />
h.Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku, modul, program komputer dan sejenisnya)<br />
i. Menentukan teknik penilaian yang sesuai</p>
<p>2. Melaksanakan Pembelajaran<br />
a. Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai<br />
b. Menyajikan materi pelajaran secara sistematis<br />
c. Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan<br />
d. Mengatur kegiatan siswa di kelas<br />
e. Menggunakan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang telah ditentukan<br />
f. Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih (berupa buku, modul, program komputer dan sejenisnya)<br />
g. Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif<br />
h. Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif<br />
i.Memberikan pertanyaan dan umpan balik, untuk mengetahui dan memperkuat penerimaan siswa dalam proses pembelajaran<br />
j. Menyimpulkan pembelajaran<br />
k. Menggunakan waktu secara efektif dan efisien</p>
<p>3. Menilai prestasi belajar.<br />
a. Menyusun soal/perangkat penilaian sesuai dengan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan<br />
b. Melaksanakan penilaian<br />
c. Memeriksa jawaban/memberikan skor tes hasil belajar berdasarkan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan<br />
d. Menilai hasil belajar berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan<br />
e. Mengolah hasil penilaian<br />
f. Menganalisis hasil penilaian (berdasarkan tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan reliabilitas)<br />
g. Menyimpulkan hasil penilaian secara jelas dan logis (misalnya : interpretasi kecenderungan hasil penilaian, tingkat pencapaian siswa dll)<br />
h. Menyusun laporan hasil penilaian<br />
i. Memperbaiki soal/perangkat penilaian</p>
<p><span id="more-174"></span></p>
<p>4. Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik<br />
a. Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian<br />
b.Menyusun program tindak lanjut hasil penilaian<br />
c. Melaksanakan tindak lanjut<br />
d. Mengevaluasi hasil tindak lanjut hasil penilaian<br />
e. Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian</p>
<p><strong>Sub Komponen Kompetensi Wawasan Kependidikan</strong> :<br />
KOMPETENSI INDIKATOR<br />
5. Memahami landasan kependidikan<br />
a. Menjelaskan tujuan dan hakekat pendidikan<br />
b. Menjelaskan tujuan dan hakekat pembelajaran<br />
c. Menjelaskan konsep dasar pengembangan kurikulum<br />
d. Menjelaskan struktur kurikulum<br />
6. Memahami kebijakan pendidikan<br />
a. Menjelaskani visi, misi dan tujuan pendidikan nasional<br />
b. Menjelaskan tujuan pendidikan tiap satuan pendidikan sesuai tempat bekerjanya<br />
c. Menjelaskan sistem dan struktur standar kompetensi guru<br />
d. Memanfaatkan standar kompetensi siswa</p>
<p>&nbsp;<br />
e. Menjelaskan konsep pengembangan pengelolaan pembelajaran yang diberlakukan (Misal : life skill, BBE/Broad Based Education, CC/Community College, CBET/Competency-Based Education and Training dan lain-lain).<br />
f. Menjelaskan konsep pengembangan manajemen pendidikan yang diberlakukan (Misal : MBS /Manajemen Berbasis Sekolah, Dewan Pendidikan, Komite Sekolah dan lain-lain)<br />
g. Menjelaskan konsep dan struktur kurikulum yang diberlakukan (Misal : Kurikulum berbasis kompetensi)<br />
7. Memahami tingkat perkembangan siswa</p>
<p>a. Menjelaskan psikologi pendidikan yang mendasari perkembangan siswa<br />
b. Menjelaskan tingkat-tingkat perkembangan mental siswa<br />
c. Mengidentifikasi tingkat perkembangan siswa yang dididik<br />
8. Memahami pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya</p>
<p>a. Menjelaskan teori belajar yang sesuai materi pembelajarannya<br />
b. Menjelaskan strategi dan pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya<br />
c. Menjelaskan metode pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya<br />
9. Menerapkan kerja sama dalam pekerjaan</p>
<p>a. Menjelaskan arti dan fungsi kerjasama dalam pekerjaan<br />
b. Menerapkan kerjasama dalam pekerjaan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<br />
10. Memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam pendidikan</p>
<p>a. Menggunakan berbagai fungsi internet, terutama menggunakan e-mail dan mencari informasi<br />
b. Menggunakan komputer terutama untuk word processor dan spread sheet (Contoh : Microsoft Word, Excel)<br />
c. Menerapkan bahasa Inggris untuk memahami literatur asing/memperluas wawasan kependidikan.</p>
<p><strong>Komponen Kompetensi Akademik/Vokasional :</strong><br />
KOMPETENSI INDIKATOR<br />
11. Menguasai keilmuan dan keterampilan sesuai materi pembelajaran *)<br />
Menguasai materi pembelajaran sesuai bidangnya *)</p>
<p>Keterangan : *) = disesuaikan dengan struktur keilmuan/kompetensi pada tiap satuan pendidikan</p>
<p><strong>Komponen Kompetensi Pengembangan Profesi :<br />
</strong>KOMPETENSI INDIKATOR<br />
12. Mengembangkan Profesi</p>
<p>a. Menulis karya ilmiah hasil penelitian/ pengkajian/ survei/evaluasi di bidang pendidikan<br />
b. Menulis karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang pendidikan sekolah<br />
c. Menulis tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan sekolah pada media massa<br />
d. Menulis prasaran/makalah berupa tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan pada pertemuan ilmiah<br />
e. Menulis buku pelajaran/modul/diktat<br />
f. Menulis diktat pelajaran<br />
g. Menemukan teknologi tepat guna<br />
h. Membuat alat pelajaran/ alat peraga atau alat bimbingan<br />
i. Menciptakan karya seni monumental/seni pertunjukan<br />
j. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=174&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/07/komponen-kompetensi-pengelolaan-pembelajaran-dan-wawasan-kependidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMPETENSI GURU</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/07/kompetensi-guru/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/07/kompetensi-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 09:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[materi kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[DIMENSI – DIMENSI KOMPETENSI GURU]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPETENSI GURU]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi Pedagogik]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPONEN STANDAR KOMPETENSI GURU]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagogik]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Pembelajaran :]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan Kependidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[PENGERTIAN KOMPETENSI GURU Majid (2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. Diyakini Robotham (1996:27), kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman. Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dasar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=171&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENGERTIAN KOMPETENSI GURU</strong></p>
<p>Majid (2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. Diyakini Robotham (1996:27), kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman.</p>
<p>Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Usman (1994:1) mengemukakan kompentensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. McAhsan (1981:45), sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengemukakan bahwa kompetensi: <em>“…is a knowledge, skills, and abilities or capabilities that a person achieves, which become part of his or her being to the extent he or she can satisfactorily perform particular cognitive, affective, and psychomotor behaviors”</em>. Dalam hal ini, kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Finch &amp; Crunkilton (1979:222), sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan.Sofo (1999:123) mengemukakan <em>“A competency is composed of skill, knowledge, and attitude, but in particular the consistent applications of those skill, knowledge, and attitude to the standard of performance required in </em></p>
<p><em> <span id="more-171"></span></em></p>
<p><em>employment”. </em> Dengan kata lain kompetensi tidak hanya mengandung pengetahuan, keterampilan dan sikap, namun yang penting adalah penerapan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan tersebut dalam pekerjaan.</p>
<p>Selanjutnya masih menurut Syah, dikemukakan bahwa kompetensi guru adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. Guru yang kompeten dan profesional adalah guru piawi dalam melaksanakan profesinya.Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai penguasaan terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam menjalankan profesi sebagai guru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>DIMENSI – DIMENSI KOMPETENSI GURU</strong></p>
<p>Menurut Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.</p>
<p><strong><em>Kompetensi Pedagogik</em></strong><strong></strong></p>
<p>Dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”.  Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. Kompetensi ini  dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar, kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar, dan kemampuan melakukan penilaian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Kompetensi Pribadi </em></strong><strong></strong></p>
<p>Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar, memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya, sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya).Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik.</p>
<p>Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Selain itu, ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan.</p>
<p><strong><em>Kompetensi Profesional </em></strong><strong></strong></p>
<p>Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi profesional adalah “kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya, rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Kompetensi Sosial </em></strong><strong></strong></p>
<p>Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi.Menurut Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah “kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar”.</p>
<p><strong>KOMPONEN STANDAR KOMPETENSI GURU</strong></p>
<p>Standar Kompetensi Guru meliputi tiga komponen yaitu : (1) Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan; (2) Komponen Kompetensi Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran; (3) Pengembangan Profesi. Masing-masing komponen kompetensi mencakup seperangkat kompetensi. Selain ketiga komponen kompetensi tersebut, guru sebagai pribadi yang utuh harus juga memiliki sikap dan kepribadian yang positip dimana sikap dan kepribadian tersebut senantiasa melingkupi dan melekat pada setiap komponen kompetensi yang menunjang profesi guru.</p>
<p><strong>RUMUSAN STANDAR KOMPETENSI GURU</strong></p>
<p>Telah dinyatakan bahwa Standar Kompetensi Guru meliputi 3 (tiga) komponen kompetensi dan masing-masing komponen kompetensi terdiri atas beberapa unit kompetensi. Secara keseluruhan Standar Kompetensi Guru adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan, yang terdiri atas,<br />
<strong>Sub Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran</strong> :<br />
A. Menyusun rencana pembelajaran<br />
B. Melaksanakan pembelajaran<br />
C. Menilai prestasi belajar peserta didik.<br />
D. Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sub Komponen Kompetensi Wawasan Kependidikan :</strong><br />
1.Memahami landasan kependidikan<br />
2.Memahami kebijakan pendidikan<br />
3.Memahami tingkat perkembangan siswa<br />
4.Memahami pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya<br />
5.Menerapkan kerja sama dalam pekerjaan<br />
6.Memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam pendidikan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2 Komponen Kompetensi Akademik/Vokasional, yang terdiri atas :</p>
<p>a. Menguasai keilmuan dan keterampilan sesuai materi pembelajaran<br />
b. Komponen Kompetensi Pengembangan Profesi terdiri atas :<br />
c. Mengembangkan profesi.<br />
d. Indikator Kompetensi</p>
<p>Untuk memperoleh gambaran yang lebih terukur pada pemberian nilai untuk setiap kompetensi, maka perlu ditetapkan kinerja setiap kompetensi. Kinerja kompetensi terlihat dalam bentuk indikator, sebagai terlihat pada lampiran</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=171&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/07/kompetensi-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>profesionalisme guru</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/07/profesionalisme-guru/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/07/profesionalisme-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 09:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[GURU]]></category>
		<category><![CDATA[guru profesional]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[profesi guru]]></category>
		<category><![CDATA[profesinalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Profesi Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan  khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta prosessertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik dan designer.  Profesional Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=169&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Profesi</li>
</ol>
<p>Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan  khusus. Suatu profesi biasanya memiliki <a title="Asosiasi profesi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asosiasi_profesi&amp;action=edit&amp;redlink=1">asosiasi profesi</a>, <a title="Kode etik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode_etik&amp;action=edit&amp;redlink=1">kode etik</a>, serta proses<a title="Sertifikasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sertifikasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">sertifikasi</a> dan <a title="Lisensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lisensi">lisensi</a> yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik dan designer.</p>
<ol>
<li> Profesional</li>
</ol>
<p>Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.</p>
<ol>
<li>Profesionalisasi</li>
</ol>
<p>Profesionalisasi adalah proses atau perjalanan waktu yang membuat seseorang atau kelompok orang menjadi profesional.</p>
<ol>
<li>Karakteristik guru atau pendidik yang profesional</li>
</ol>
<p>Guru merupakan ujung tombak maju mundurnya dunia pendidikan, karena guru secara langsung menggeluti dunia pendidikan secara praktis dilapangan. Terutama berkaitan dengan pembelajaran sekaligus berinteraksi dengan kemajuan pembelajaran para siswa dalam menyampaikan materi pelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka guru harus memiliki berbagai karakteristik guru profesional, karakteristik guru professional diantaranya :<br />
1.Memiliki Kompetensi Pendidikan<br />
2.Menunaikan Peranannya<br />
3.Memiliki Keperibadian yang Luhur<br />
4.Membantu siswa dalam menimbulkan sikap positif<br />
5.Memahami hambatan pendidikan</p>
<p>Tentang karakteristik profesionalisme guru, Stilman H., (dalam Desi Fernanda, 2003 : 74) menjelaskan bahwa “peningkatan profesionalisme aparatur harus ditunjang dengan integritas yang tinggi”.<br />
Ada beberapa karakteristik yang harus terlembagakan dalam upaya ini, meliputi:<br />
1) Melaksanakan tugas dengan terampil, kreatif, dan inovatif;<br />
2) Mempunyai komitmen yang kuat terhadap tugas dan program;<br />
3) Komitmen terhadap pelayanan publik;<br />
4) Bekerja berdasarkan sifat dan etika profesional;<br />
5) Memiliki daya tanggap (responsiveness) dan akuntabilitas (accountability);<br />
6) Memiliki derajat otonomi yang penuh rasa tanggung jawab dalam membuat keputusan;     dan<br />
7) Memaksimalkan efisiensi dan kreativitas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=169&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2011/11/07/profesionalisme-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TOLAK PELURU</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2011/10/23/tolak-peluru/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2011/10/23/tolak-peluru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 00:26:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[materi kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[atletik]]></category>
		<category><![CDATA[gaya ortodok]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan tolak peluru]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan tolak peluru]]></category>
		<category><![CDATA[teknik tolak peluru gaya menyamping]]></category>
		<category><![CDATA[Tolak peluru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[ATLETIK Dalam dunia olahraga, dikenal banyak sekali cabang olahraga, antara lain adalah atletik, permainan, senam dan beladiri. Dari keempat cabang olahraga tersebut, atletik mempunyai peranan penting, karena gerakan-gerakannya merupakan gerakan dasar bagi cabang olahraga lainnya Istilah atletik berasal dari bahasa Yunani athlon yang berarti “berlomba” Atau “bertanding”. Kita dapat menjumpai kata pentathlon yang terdiri dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=158&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>ATLETIK</strong></p>
<p>Dalam dunia olahraga, dikenal banyak sekali cabang olahraga, antara lain adalah atletik, permainan, senam dan beladiri. Dari keempat cabang olahraga tersebut, atletik mempunyai peranan penting, karena gerakan-gerakannya merupakan gerakan dasar bagi cabang olahraga lainnya</p>
<p>Istilah atletik berasal dari bahasa Yunani athlon yang berarti “berlomba”<span id="more-158"></span></p>
<p>Atau “bertanding”. Kita dapat menjumpai kata pentathlon yang terdiri dari penda berarti “lima” atau panca athlon berarti “lomba”. Arti selengkapnya ialah “panca lomba” atau perlombaan yang terdiri dari lima nomor.</p>
<p>Menurut Saputra, YM (2001:2)</p>
<p>Atletik merupakan kegiatan manusia sehari-hari yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan bermain dan berolahraga yang diperlombakan dalam bentuk jalan, lari, lompat, dan lempar. Atletik merupakan dasar bagi pembinaan olahraga. Karena itu atletik sangat penting untuk diajarkan kepada siswa dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT). Pembelajaran atletik di sekolah, secara khusus dibina kepada siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) melalui mata pelajaran jasmani.</p>
<p>Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa di dalam olahraga atletik, terdapat nomor jalan, lari, lompat dan lempar yang pada masing-masing nomor memiliki jenis-jenis olahraga yang berbeda.</p>
<p><strong>B.     Tolak Peluru</strong></p>
<p>Tolak peluru merupakan salah satu jenis keterampilan menolakkan benda berupa peluru sejauh mungkin. Tujuan tolak peluru adalah untuk mencapai jarak tolakan yang sejauh-jauhnya. Sesuai dengan namanya, tolak, bukan lempar, alat itu ditolak atau didorong dengan satu tangan, bermula diletakkan dipangkal bahu. Terdapat beberapa gaya dalam tolak peluru diantaranya adalah gaya membelakangi (<em>O,Brein</em>) dan gaya menyamping (<em>Ortodok</em>). Dalam penelitian pengembangan ini peniliti  memilih gaya menyamping (<em>Ortodok</em>) sebagai materi penelitian yang sesuai dengan materi pendidikan jasmani yang diberikan di kelas VII SMP Negeri 3 Batu. Adapun penjelasan mengenai tolak peluru gaya menyamping adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>1.Cara Memegang Peluru</strong></p>
<p>Ada tiga cara memegang peluru, yaitu:</p>
<p>a. Jari-jari agak merenggang, jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping  peluru, sedangkan ibu jari dalam sikap sewajarnya.</p>
<p>b.Cara kedua seperti cara nomor 1, hanya saja jari kelingking tidak di samping peluru tetapi agak berada di belakang.</p>
<p>c. Cara ketiga seperti cara di atas, hanya sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedang letak jari kelingking juga di belakang peluru.</p>
<p><strong>2. Cara Menempetkan Peluru pada Bahu.</strong></p>
<p>Peluru tidak diletakkan tepat di atas bahu, tetapi agak turun sedikit ke depan.Telapak tangan menghadap depan agak ke atas. Siku pemegang peluru lurus  ke samping sejajar dengan bahu. Tangan yang satunya siku ditekuk berada di depan dahi.</p>
<p><strong>3. Cara Melakukan Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping</strong></p>
<p>Dalam gaya menyamping ini arah tolakan berada di samping kiri penolak.</p>
<p><strong>a.  Lakukan gerakan pendahuluan</strong></p>
<p>Dengan berdiri dengan berat badan pada kaki kanan, lutut sedikit ditekuk, badan membungkuk kaki kiri diayunkan ke samping.</p>
<p><strong>b. Gerakan tolakan</strong></p>
<p>Setelah ayunan dirasa enak kaki kanan ikut bergeser kearah kiri, begitu kaki kiri mendarat bersamaan dengan kaki kanan, lengan kiri memutar badan ke kiri diikuti menolakkan peluru kearah atas depan. Sudut tolakan kurang lebih 40 derajat.</p>
<p><strong>c.  Gerak lanjutan</strong></p>
<p>Setelah peluru didorong kedepan posisi kaki berubah yaitu kaki kanan ke depan kaki kiri lurus ke belakang. Gerakan lanjutan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan `dan agar badan tidak terjerumus ke luar lingkaran.</p>
<p><strong>4. Peralatan dalam Tolak Peluru</strong></p>
<p>Alat yang di butuhkan dalam tolak peluru antara lain  rol meter, bendera kecil, kapur dan peluru.  Di dalam Competition Rules 2006-2007 IAAF pasal 187 disebutkan bahwa peluru untuk senior putra 7.25 kg , untuk junior putra 6 kg,untuk remaja putra 5 kg,untuk junior putri 3 kg,untuk remaja,junior dan senior putri 4 kg. Dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan berat dan ukuran peluru dapat disesuaikan dengan tenaga dan ukuran peserta. Menurut Gerry A. Carr “Berat peluru bervariasi mulai dari 0,5 kg (1,1pon) hingga ke berat lomba (7,25 kg[16lb] untuk putra dan [[8 lb 13 ons] untuk putri”. Hal ini dimaksudkan agar materi tolak peluru dapat di sampaikan dengan baik kepada siswa melalui pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.</p>
<p><strong>5.   Lapangan Tolak Peluru</strong></p>
<p>Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen , aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur atau lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.</p>
<p><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=158&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2011/10/23/tolak-peluru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>senam lantai</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2011/10/20/senam-lantai/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2011/10/20/senam-lantai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 05:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[materi kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[meroda]]></category>
		<category><![CDATA[roll belakang]]></category>
		<category><![CDATA[roll depan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah senam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah senam dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah senam indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[senam lantai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[A.    Senam Lantai Pengertian Senam dalam istilah Yunani kuno disebut gymnastic yang berasal dari kata gymnos, artinya telanjang dan astetica artinya keindahan. Jadi, senam adalah gerakan tubuh dengan pakaian minim untuk ditampilkan di hadapan tamu kehormatan maupun raja-raja di zaman Yunani kuno. Menurut Widijoto (2008:1) “senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan berencana, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=152&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>A.    </strong><strong>Senam Lantai</strong><strong></strong><strong></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Pengertian</strong></p>
<p>Senam dalam istilah Yunani kuno disebut <em>gymnastic </em>yang berasal dari kata <em>gymnos, </em>artinya telanjang dan astetica artinya keindahan. Jadi, senam adalah gerakan tubuh dengan pakaian minim untuk ditampilkan di hadapan tamu kehormatan maupun raja-raja di zaman Yunani kuno.</p>
<p>Menurut Widijoto (2008:1) “senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan berencana, disusun secara sistematis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara keseluruhan dengan harmonis.</p>
<p>Widijoto (2008:1) menyatakan ciri-ciri dan kaidah senam sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Gerakannya selalu dibuat atau diciptakan dengan sengaja.</li>
<li>Gerakannya harus selalu berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan, memperbaiki sikap dan gerak/keindahan tubuh, menambah keterampilan, meningkatkan keindahan gerak, dan meningkatkan kesehatan tubuh).</li>
<li>Gerakannya harus selalu tersusun secara sistematis.<span id="more-152"></span></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><strong> Sejarah Senam</strong></p>
<ul>
<li><strong> </strong><strong>Sejarah Senam Dunia</strong></li>
</ul>
<p>Tidak pernah diketahui secara pasti kapan manusia mulai mengenal latihan tubuh yang berupa senam dalam sejarah kemanusiaan. Tetapi setiap negara memiliki keterangan dan tanda-tanda adanya aktivitas senam. Misalnya pada jaman kuno (2000-1000 SM) di negara Cina terdapat kegiatan yang bertujuan sebagai sarana penyembuhan dan pengobatan, di India dikenal latihan yoga sebagai senam estetis, di Mesir ada latihan senam yang menyerupai gymnastic Jerman Kuno, dan di Jerman Kuno sendiri dapat dilihat lukisan-lukisan jambangan-jambangan di kota Kreta sekitar tahun 2000 SM.</p>
<p>Dari abad ke-19 menuju abad ke-20 terjadi peralihan pada semua bidang lapangan hidup. Penemuan mesin uap dan tenaga listrik membawa perubahan dalam cara kerja. Kerja manusia harus menyusaikan diri dari alat kerja tangan menjadi kerja mesin uap. Bersama dengan penemuan dalam bidan teknik dan IPA terjadi perubahan pula dalam pandangan ilmu pengetahuan jiwa, olah karena itu terjadi perubahan besar dalam senam.</p>
<p>Pada tahun 1908, senam untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Olimpiade IV di London, Inggris. sekaligus dalam event tersebut dibentuklah sebuah organisasi senam dunia yang dinamakan FIG (<em>Federation International Gymnastic</em>).</p>
<ul>
<li> <strong></strong><strong>Sejarah Senam di Indonesia</strong></li>
</ul>
<p>Olahraga senam masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya tentara Jepang, dibuktikan dengan dikenalkannya senam Talso di kalangan tentara PETA. Pada tahun 1963, senam mulai dipertandingkan di pesta olahraga GANEFO (<em>Games of The New Amarging Force) </em>dan induk organisasi senam di Indonesia adalah Persani (Persatuan Senam Seluruh Indonesia).</p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong><strong>Gerakan Senam Lantai</strong></p>
<ul>
<li style="text-align:left;"><strong></strong><strong>Guling ke Depan (<em>Fordward Roll</em>)</strong><strong></strong></li>
</ul>
<p>Muhajir (2004: 133) berpendapat bahwa “guling ke depan adalah berguling ke depan atas bagian belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang, dan pinggul bagian belakang)”. Latihan guling ke depan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: guling ke depan dengan sikap awal jongkok dan guling ke depan dengan sikap awal berdiri.</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>                Muhajir (2004:133) menjelaskan bahwa:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Cara melakukan guling depan:</p>
<p>(1) Mula-mula sikap jongkok, kedua kaki rapat, letakkan lutut ke dada, kedua tangan menumpu di depan ujung kaki kira-kira 40 cm. (2) Bengkokkan kedua tangan, letakkan pundak pada matras dengan menundukkan kepala, dagu sampai ke dada. (3) Lanjutkan dengan melakukan gerakan berguling  ke depan, ketika panggul menyentuh matras, peganglah tulang kering dengan kedua tangan menuju posisi jongkok.</p>
<p>Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat guling ke depan:</p>
<p>(1) Kedua tangan yang bertumpu tidak tepat (dibuka terlalu lebar atau terlalau sempit, terlalu jauh atau terlalu dekat) dengan ujung kaki, (2) Tumpuan salah satu atau kedua tangan kurang kuat, sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan akibatnya badan jatuh ke samping, (3) Bahu tidak dilatekkan di atas matras saat tangan dibengkokkan, (4) Saat gerakan berguling ke depan kedua tangan tidak ikut bertolak ( Muhajir, 2004:135)<strong></strong></p>
<ul>
<li><strong></strong><strong>Guling ke Belakang</strong><strong></strong></li>
</ul>
<p>Guling ke belakang adalah menggulingkan badan ke belakang, dimana posisi badan tetap harus membulat, yaitu kaki dilipat, lurus tetap melekat di dada, kepala ditundukkan sampai dagu melekat di dada (Muhajir, 2004: 135).</p>
<p>Cara melakukan guling ke belakang:</p>
<p>(1) Sikap permulaan dalam posisi jongkok, kedua tangan di depan dan kaki sedikit rapat. (2) Kepala ditundukkan kemudian kaki menolak ke belakang. (3) Pada saat panggul mengenai matras, kedua tangan segera dilipatkan ke samping telinga dan telapak tangan menghadap ke bagian atas untuk siap menolak. (4) Kaki segera diatunkan ke belakang melewati kepala, dengan dibantu oleh kedua tangan menolak kuat dan kedua kaki dilipat sampai ujung kaki dapat mendarat di atas matras, ke sikap jongkok (Muhajir, 2004:135).</p>
<p>Muhajir (2004):136) menyebutkan bahwa:</p>
<p>Kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat guling belakang:</p>
<p>(1) Penempatan tangan terlalu jauh di belakang, sehingga sikapnya salah dan tidak membuat tolakan, (2) Keseimbangan tubuh kurang baik saat mengguling ke belakang, hal ini disebabkan sikap tubuh kurang bulat, (3) Salah satu tangannya yang menumpu kurang kuat, atau bukan telapak tangan yang digunakan untuk menumpu di atas matras, (4) Posisi menggulung kurang sempurna, hal ini disebabkan kepala menoleh ke samping, (5) Keseimbangan tidak terjaga dan oleng, karena mendarat dengan menggunakan lutut (seharusnya telapak kaki).</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>  </strong><strong>Meroda</strong><strong></strong></li>
</ul>
<p>Meroda adalah gerakan berputar seperti roda, dua lengan dan dua tungkai adalah merupakan jari jari (Suyati, 1995:451).</p>
<p>Suyati (1995:452) mengemukakan bahwa dalam melakukan gerakan meroda terdapat beberapa teknik, yaitu;</p>
<p>Terknik gerakan:</p>
<p>(1) Berdiri menyamping kiri dengan lengan dan lengan tungkai melebar lurus sebuah jari-jari sebuah roda. Pandangan ke bawah melihat matras. (2) Goyangkan badan ke kanan dan angkat kaki kiri ke atas letakkan kaki kiri disamping. Dengan momentum gerak pinggang dilipat, letakkan tangan kiri disamping kaki kiri ±60 cm. (3) Ayunkan kaki kanan ke atas dan di ikuti kaki kiri menolak. (4) Pada saat hampir membentuk <em>hand stand</em>, letakkan tangan kanan di samping tangan kiri dengan jarak selebar bahu, tangan dan kaki lurus dan kepala tegak. (5) Pada saat posisi <em>hand stand</em> kaki kanan diayun turun mendarat diikuti dengan kaki kiri, bersamaan dengan tolakan tangan sehingga dapat mendarat berdiri menghadap ke arah semula.</p>
<p>Kesalahan umum dalam melakukan gerakan meroda: (1) Tangan mendarat bersamaan (2) Tangan tidak pada garis lurus arah gerakan. (3) Saat tangan kanan mendarat terlalu dekat atau terlalu jauh. (4) Ayunan kaki kanan dan tolakan kaki kiri kurang kuat, gerakan meroda tidak berhasil dan jatuh. (5) Kaki dan tangan tidak lurus, kaki dibuka kurang lebar. (6) Pada saat sikap <em>hand stand</em> panggul menekuk. (7) Kepala menunduk, pandangan tidak ke tangan. (8) Gerakan tidak pada garis lurus (Suyati, 1995:452).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=152&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2011/10/20/senam-lantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ac milan</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2010/01/07/ac-milan/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2010/01/07/ac-milan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 09:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[buleng punya]]></category>
		<category><![CDATA[ac milan]]></category>
		<category><![CDATA[Adriano Galliani]]></category>
		<category><![CDATA[milanisti]]></category>
		<category><![CDATA[rossoneri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Sel, 25 Agustus 2009 09:59 Rossoneri berhasil meraih tiga poin penuh di laga pembuka Liga Italia, dan kini Nerazzurri telah menunggu tantangan Milan. General Manager Milan Adriano Galliani puas dengan performa timnya hari Minggu dini hari lalu ketika menang 2-1 di Siena di matchday pertama Liga Italia Serie-A Kemenangan memang penting untuk mengangkat moral Rossoneri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=143&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img src="/%CE%94%20Smad-Lock%20%28Brankas%20Smadav%29%20%CE%94/TITIP%20ea%20eank/editan/Nar$is%204bis%21009.jpg" alt="" /><img src="/%CE%94%20Smad-Lock%20%28Brankas%20Smadav%29%20%CE%94/TITIP%20ea%20eank/editan/Nar$is%204bis%21009.jpg" alt="" /></div>
<div><a href="http://vhariss.files.wordpress.com/2010/01/naris-4bis009.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-144" title="salsa bila dian nur saputri" src="http://vhariss.files.wordpress.com/2010/01/naris-4bis009.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></div>
<div>Sel, 25 Agustus 2009 09:59</div>
<p><em>Rossoneri</em> berhasil meraih tiga poin penuh di laga pembuka Liga Italia, dan kini <em>Nerazzurri</em> telah menunggu tantangan Milan.</p>
<p>General Manager Milan Adriano Galliani puas dengan performa timnya hari Minggu dini hari lalu ketika menang 2-1 di Siena di <em>matchday </em>pertama Liga Italia Serie-A</p>
<p>Kemenangan memang penting untuk mengangkat moral <em>Rossoneri </em>setelah penampilan mengecewakan pada masa pra-musim, ketika mereka hanya menikmati kemenangan melawan Juventus di Berlusconi Trophy awal minggu ini, itu juga melalui adu penalti.</p>
<p>Hal ini membuat Galliani sempat khawatir, saat bertanding ke <em>Tuscany</em>, namun kini dia mampu menyanyikan nada yang lebih cerah, dalam persiapan anak asuh Leonardo itu menghadapi Inter &#8216;Sang Mahakuasa&#8217;.</p>
<p>&#8220;Kami tahu itu adalah pertandingan yang sulit,&#8221; papar sang direktur pada <em>Milan Channel</em>. &#8220;Siena menyerang sepanjang pertandingan, namun itu berakhir baik.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya melihat duo bek tengah yang benar-benar luar biasa, Alessandro Nesta dan Thiago Silva, dan Ronaldinho menginterpretasikan perannya di posisi depan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kini untuk <em>derby</em>, dengan tiga poin di kantung kami sesuatu yang sangat berbeda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=143&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2010/01/07/ac-milan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vhariss.files.wordpress.com/2010/01/naris-4bis009.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">salsa bila dian nur saputri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>achmad fariz sulton hasan</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2010/01/06/achmad-fariz-sulton-hasan/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2010/01/06/achmad-fariz-sulton-hasan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 15:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[buleng punya]]></category>
		<category><![CDATA[achmad fariz sulton hasan]]></category>
		<category><![CDATA[BULENG]]></category>
		<category><![CDATA[fariz]]></category>
		<category><![CDATA[fariz sulton]]></category>
		<category><![CDATA[lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[PALAGA]]></category>
		<category><![CDATA[SULTON]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=141&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_140" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://vhariss.files.wordpress.com/2010/01/05012010201.jpg"><img class="size-medium wp-image-140" title="achmad fariz sulton hasan" src="http://vhariss.files.wordpress.com/2010/01/05012010201.jpg?w=225&#038;h=300" alt="achmad fariz sulton hasan" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">achmad fariz sulton hasan</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=141&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2010/01/06/achmad-fariz-sulton-hasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vhariss.files.wordpress.com/2010/01/05012010201.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">achmad fariz sulton hasan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakekat Kebugaran Jasmani</title>
		<link>http://vhariss.wordpress.com/2010/01/06/hakekat-kebugaran-jasmani/</link>
		<comments>http://vhariss.wordpress.com/2010/01/06/hakekat-kebugaran-jasmani/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 15:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vhariss</dc:creator>
				<category><![CDATA[materi kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Hakekat Kebugaran Jasmani]]></category>
		<category><![CDATA[kebugaran jasmani]]></category>
		<category><![CDATA[Kontraksi isokinetik]]></category>
		<category><![CDATA[Kontraksi isotonik]]></category>
		<category><![CDATA[kontraksi otot]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrkasi isometrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vhariss.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[A. Hakekat Kebugaran Jasmani Setiap orang membutuhkan kesegaran jasmani yang baik agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efesien tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kesegaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh dalam beradaptasi  terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Program latihan kondisi fisik perlu direncanakan agar dapat meningkatkan kebugaran jasmani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=138&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-138"></span></p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Hakekat Kebugaran Jasmani</strong></li>
</ol>
<p>Setiap orang membutuhkan kesegaran jasmani yang baik agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efesien tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kesegaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh dalam beradaptasi  terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.</p>
<p>Program latihan kondisi fisik perlu direncanakan agar dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan kemampuan ergosistem tubuh. Proses latihan dilakukan dengan cara berulang-ulang dengan menambah beban latihan dengan skala tertentu.  Hal ini akan menyebabkan orang kian terampil, kuat, dan efesien dalam gerakannya.</p>
<p>Berkenaan dengan pembinaan kondisi fisik perlu meningkatkan kesegaran jasmani, kita perlu mengenal beberapa unsur-unsur kesegaran jasmani yang perlu dilatih. Unsur-unsur tersebut yaitu, kekuatan, kecepatan, kelentukan, kelincahan, daya ledak, dan daya tahan otot jantung dan paru-paru.</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Bentuk-Bentuk Latihan Kebugaran Jasmani</strong>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Latihan Peningkatan Kekuatan (Strength)</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Unsur terpenting dalam program latihan untuk mrningkatkan kebugarab jasmani adalan kekuatan.</p>
<ol>
<li>Bentuk-bentuk Latihan kekuatan</li>
</ol>
<p>Latihan yang sesuai untuk mengembangkan kekuatan ialah latihan tahanan. Ditinjau dari tipe kontraksi otot, latihan tahanan dibagi menjadi tiga kategori. Ketiga macam kontraksi tersebut dijelaskan dalam bagian berikut ini.</p>
<p>1)      Kontrkasi isometrik</p>
<p>Kontrasi isometrik atau kontraksi static merupakan kontraksi sekelompok otot tanpa gerakan anggota tubuh. Bentuk latihan dapat berupa mengangkat, mendorong atau menarik benda yang tidak dapat digerakkan seperti mendorong tembok, pohon, dan sebagainya.</p>
<p>Keuntngan latihan isometrik adalah sebagai berikut.</p>
<p>a)      Latihan  dapat dilakukan dalam sembarang posisi (berdiri, duduk, dan tidur)</p>
<p>b)      Tidak memerlukan alat yang khusus dan mahal.</p>
<p>c)      Tidak memerlukan waktu yang lama.</p>
<p>d)      Dapat mengembangkan kekuatan pada setiap sudut sendi yang diperlukan.</p>
<p>e)      Tidak dapat menimbulkan sakit otot.</p>
<p>f)       Pada waktu atlit harus beristirahat karena cidera latihan tetap dapat dilakukan sehingga kondisi otot tidak menurun.</p>
<p>2)      Kontraksi isotonik</p>
<p>Dalam latihan isotonic tampak anggota tubuh yang bergerak. Kontraksi isotonic meliputi dua macam bentuk, yaitu kontraksi konsetrik yaitu otot memendek dan kontraksi eksentrik yaitu otot memanjang. Kontraksi konsentrik adalah tie kontraksi otot yang lebih umum. Latihan isotonic biasanya dilakukan dengan memakai beban, baik dengan beban tubuh sendiri maupun beban dari luar, seperti lempengan besi, katrol, atau mesin latihan.</p>
<p>Keuntungan latihan kontraksi isotonic jika dibandingkan dengan latihan isometric adalah sebagai berikut:</p>
<p>a)      Runag geraknya lebih luas sehingga tetap terjamin terlatihnya kelentukan.</p>
<p>b)      Turut berkembangnya daya tahan bersamaan dengan perkembangan kekuatan.</p>
<p>c)      Secara psikologis lebih memberikan kepuasan.</p>
<p>3)      Kontraksi isokinetik</p>
<p>Dalam latihan kontraksi isokinetik, otot dapat menyebabkan tahanan yang sama melalui seluruh ruang geraknya sehingga otot bisa bekerja</p>
<p><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vhariss.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vhariss.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vhariss.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vhariss.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vhariss.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vhariss.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vhariss.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vhariss.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vhariss.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vhariss.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vhariss.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vhariss.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vhariss.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vhariss.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vhariss.wordpress.com&amp;blog=10286994&amp;post=138&amp;subd=vhariss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vhariss.wordpress.com/2010/01/06/hakekat-kebugaran-jasmani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3feac66b6ef087dcc8338f8729ed6b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vhariss</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
