TENIS LAPANGAN
A. Tenis Lapangan
Permainan tenis lapangan merupakan permainan yang istimewa, karena latar belakang dan tradisinya. Tenis lapangan mengajarkan etika, sikap mental positif, serta penghargaan terhadap aturan-aturan. Menurut Lardner (2003:iv) “tenis merupakan permainan yang memerlukan kecepatan kaki, ketepatan yang terkendali, stamina, antisipasi, ketetapan hati (determination), dan kecerdikan”.
Permainan tenis lapangan telah berubah dengan drastis dalam waktu yang relatif singkat. Ketika Walter Wingfield menerima hak paten dari pemerintah Inggris untuk permainan tenis lapangan di tahun 1784, ia tidak pernah mengira akan seperti apa permainan itu di masa kini (Brown, 2007:1).
Dulu tenis hanya dimainkan oleh para amatir. Kini pemain-pemain kelas dunia seringkali telah menjadi pemain profesional di usia remaja. Tenis terbuka, di mana pemain profesional bersaing dengan pemain amatir, dimulai pada tahun 60-an (Brown, 2007:1). Tujuan utama dalam tenis adalah memukul bola ke dalam petak lawan dengan sedemikian rupa, sehingga lawan tidak dapat menyentuhnya sama sekali. Atau agar pengambilan bola lawan membawa bola keluar dari batas, atau agar bola lawan menyangkut net (Lardner, 2003:5).
PROGRAM KURSUS RENANG KEPANJEN
Assalamu’alaikum Wr Wb
Salam Olahraga buat semua pecinta olahraga khususnya olahraga renang.
Dengan selesainya tugas belajar kami S1 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang kami NSC bermaksud untuk mengadakan Kursus Renang kembali mulai bulan Desember 2011. Harapan awal kami yaitu ingin memacu potensi anak-anak khususnya anak SD untuk dapat melakukan latihan renang mulai dasar hingga menguasai 4 gaya renang antara lain Crawl (gaya bebas), Back Crawl (gaya punggung), Butterfly(gaya kupu-kupu), dan Breast Stroke(Gaya Dada). Harapan jangka panjang kami ingin memiliki atlet renang yang siap untuk mengikuti even olahraga renang.
PROGRAM KURSUS RENANG:
1. Untuk siswa SD kelas 1 s/d 2 (Rp 120.000,-/bulan, sudah termasuk tiket masuk kolam 8 kali) :
- 1 minggu 2 kali pertemuan (1 bulan 8 pertemuan)
- Dalam 1 kelas ada 5 s/d 6 siswa
- Program Latihan yang diberikan atas kerjasama dari Klub Taman Harapan Kota Malang
- Latihan mulai dari dasar yaitu pengenalan air
- Program Latihan berkelanjutan untuk dapat menguasai 3 gaya sekaligus dan 1 gaya dada
2. Untuk siswa SD kelas 3 s/d 4 (Rp 100.000,-/bulan, sudah termasuk tiket masuk kolam 8 kali) :
- 1 minggu 2 kali pertemuan (1 bulan 8 pertemuan)
- Dalam 1 kelas ada 7 s/d 9 siswa
- Program Latihan yang diberikan atas kerjasama dari Klub Taman Harapan Kota Malang
- Latihan mulai dari dasar yaitu pengenalan air
- Program Latihan berkelanjutan untuk dapat menguasai 3 gaya sekaligus dan 1 gaya dada
3. Untuk Umum (Rp 200.000,-/1 gaya renang, tidak termasuk tiket masuk kolam) :
- Jumlah pertemuan 10-12 kali (1 minggu 2 kali pertemuan)
- Dalam 1 kelas ada 6 s/d 8 siswa
- Program Latihan yang diberikan yaitu program untuk bisa 1 gaya renang
- Latihan mulai dari dasar yaitu pengenalan air
Kursus dimulai awal bulan Desember 2011.
Untuk info dan pendaftaran silahkan hubungi Inggit Kurniawan (085646453873) atau Andi Priyawan (085649919597).
Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan
Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan
Sub Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran :
KOMPETENSI INDIKATOR
1.Menyusun rencana pembelajaran
a. Mendeskripsikan tujuan pembelajaran
b.Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan
c.Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok
d.Mengalokasikan waktu
e.Menentukan metode pembelajaran yang sesuai
f.Merancang prosedur pembelajaran
g.Menentukan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang akan digunakan
h.Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku, modul, program komputer dan sejenisnya)
i. Menentukan teknik penilaian yang sesuai
2. Melaksanakan Pembelajaran
a. Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai
b. Menyajikan materi pelajaran secara sistematis
c. Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan
d. Mengatur kegiatan siswa di kelas
e. Menggunakan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang telah ditentukan
f. Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih (berupa buku, modul, program komputer dan sejenisnya)
g. Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif
h. Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif
i.Memberikan pertanyaan dan umpan balik, untuk mengetahui dan memperkuat penerimaan siswa dalam proses pembelajaran
j. Menyimpulkan pembelajaran
k. Menggunakan waktu secara efektif dan efisien
3. Menilai prestasi belajar.
a. Menyusun soal/perangkat penilaian sesuai dengan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan
b. Melaksanakan penilaian
c. Memeriksa jawaban/memberikan skor tes hasil belajar berdasarkan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan
d. Menilai hasil belajar berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan
e. Mengolah hasil penilaian
f. Menganalisis hasil penilaian (berdasarkan tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan reliabilitas)
g. Menyimpulkan hasil penilaian secara jelas dan logis (misalnya : interpretasi kecenderungan hasil penilaian, tingkat pencapaian siswa dll)
h. Menyusun laporan hasil penilaian
i. Memperbaiki soal/perangkat penilaian
KOMPETENSI GURU
PENGERTIAN KOMPETENSI GURU
Majid (2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. Diyakini Robotham (1996:27), kompetensi yang diperlukan oleh seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman.
Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Usman (1994:1) mengemukakan kompentensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. McAhsan (1981:45), sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengemukakan bahwa kompetensi: “…is a knowledge, skills, and abilities or capabilities that a person achieves, which become part of his or her being to the extent he or she can satisfactorily perform particular cognitive, affective, and psychomotor behaviors”. Dalam hal ini, kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.
Finch & Crunkilton (1979:222), sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan.Sofo (1999:123) mengemukakan “A competency is composed of skill, knowledge, and attitude, but in particular the consistent applications of those skill, knowledge, and attitude to the standard of performance required in
profesionalisme guru
- Profesi
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta prosessertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik dan designer.
- Profesional
Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.
- Profesionalisasi
Profesionalisasi adalah proses atau perjalanan waktu yang membuat seseorang atau kelompok orang menjadi profesional.
- Karakteristik guru atau pendidik yang profesional
Guru merupakan ujung tombak maju mundurnya dunia pendidikan, karena guru secara langsung menggeluti dunia pendidikan secara praktis dilapangan. Terutama berkaitan dengan pembelajaran sekaligus berinteraksi dengan kemajuan pembelajaran para siswa dalam menyampaikan materi pelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka guru harus memiliki berbagai karakteristik guru profesional, karakteristik guru professional diantaranya :
1.Memiliki Kompetensi Pendidikan
2.Menunaikan Peranannya
3.Memiliki Keperibadian yang Luhur
4.Membantu siswa dalam menimbulkan sikap positif
5.Memahami hambatan pendidikan
Tentang karakteristik profesionalisme guru, Stilman H., (dalam Desi Fernanda, 2003 : 74) menjelaskan bahwa “peningkatan profesionalisme aparatur harus ditunjang dengan integritas yang tinggi”.
Ada beberapa karakteristik yang harus terlembagakan dalam upaya ini, meliputi:
1) Melaksanakan tugas dengan terampil, kreatif, dan inovatif;
2) Mempunyai komitmen yang kuat terhadap tugas dan program;
3) Komitmen terhadap pelayanan publik;
4) Bekerja berdasarkan sifat dan etika profesional;
5) Memiliki daya tanggap (responsiveness) dan akuntabilitas (accountability);
6) Memiliki derajat otonomi yang penuh rasa tanggung jawab dalam membuat keputusan; dan
7) Memaksimalkan efisiensi dan kreativitas.
TOLAK PELURU
ATLETIK
Dalam dunia olahraga, dikenal banyak sekali cabang olahraga, antara lain adalah atletik, permainan, senam dan beladiri. Dari keempat cabang olahraga tersebut, atletik mempunyai peranan penting, karena gerakan-gerakannya merupakan gerakan dasar bagi cabang olahraga lainnya
Istilah atletik berasal dari bahasa Yunani athlon yang berarti “berlomba” Read more…
senam lantai
A. Senam Lantai
Pengertian
Senam dalam istilah Yunani kuno disebut gymnastic yang berasal dari kata gymnos, artinya telanjang dan astetica artinya keindahan. Jadi, senam adalah gerakan tubuh dengan pakaian minim untuk ditampilkan di hadapan tamu kehormatan maupun raja-raja di zaman Yunani kuno.
Menurut Widijoto (2008:1) “senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan berencana, disusun secara sistematis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara keseluruhan dengan harmonis.
Widijoto (2008:1) menyatakan ciri-ciri dan kaidah senam sebagai berikut:
- Gerakannya selalu dibuat atau diciptakan dengan sengaja.
- Gerakannya harus selalu berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan, memperbaiki sikap dan gerak/keindahan tubuh, menambah keterampilan, meningkatkan keindahan gerak, dan meningkatkan kesehatan tubuh).
- Gerakannya harus selalu tersusun secara sistematis. Read more…
ac milan


Rossoneri berhasil meraih tiga poin penuh di laga pembuka Liga Italia, dan kini Nerazzurri telah menunggu tantangan Milan.
General Manager Milan Adriano Galliani puas dengan performa timnya hari Minggu dini hari lalu ketika menang 2-1 di Siena di matchday pertama Liga Italia Serie-A
Kemenangan memang penting untuk mengangkat moral Rossoneri setelah penampilan mengecewakan pada masa pra-musim, ketika mereka hanya menikmati kemenangan melawan Juventus di Berlusconi Trophy awal minggu ini, itu juga melalui adu penalti.
Hal ini membuat Galliani sempat khawatir, saat bertanding ke Tuscany, namun kini dia mampu menyanyikan nada yang lebih cerah, dalam persiapan anak asuh Leonardo itu menghadapi Inter ‘Sang Mahakuasa’.
“Kami tahu itu adalah pertandingan yang sulit,” papar sang direktur pada Milan Channel. “Siena menyerang sepanjang pertandingan, namun itu berakhir baik.”
“Saya melihat duo bek tengah yang benar-benar luar biasa, Alessandro Nesta dan Thiago Silva, dan Ronaldinho menginterpretasikan perannya di posisi depan.”
“Kini untuk derby, dengan tiga poin di kantung kami sesuatu yang sangat berbeda.


Komentar Terakhir